SERU: Peserta river tubing asyik menikmati jelajah sungai. Kegiatan river tubing di Sambirejo sudah dijajal oleh sejumlah instansi dari beberapa kota. (Ist)
SERU: Peserta river tubing asyik menikmati jelajah sungai. Kegiatan river tubing di Sambirejo sudah dijajal oleh sejumlah instansi dari beberapa kota. (Ist)

RINGIN – Kreativitas memang tidak mengenal keterbatasan. Hal itulah yang nampaknya menggambarkan Desa Sambirejo kecamatan Bringin. Dengan modal bantingan perangkat Desa, kini Sambirejo memiliki potensi wisata adalan berupa wahana river tubing.

Wisata jelajah sungai yang dilakukan dengan tubing ini terasa seperti rafting. Sebab, berbeda dari tubing pada umumnya, jelajah sungai di sini dilakukan dengan menyusun ban menjadi layaknya kayak untuk rafting.

M Yasrun (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
M Yasrun (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

”Awalnya kita terinspirasi ketika datang ke Ponggok. Kami mulai dari filosofi air sebagai sumber kehidupan dan sumber penghidupan. Makanya kami manfaatkan air di sini untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” jelas M Yasrun, sekdes Sambirejo.

Selain dengan arus yang bervariasi, peserta river tubing akan disuguhi pemandangan di kanan kiri sungai yang masih asri. Tidak hanya itu, terdapat suguhan makanan khas desa berupa nasi jagung, gudangan dan es kelapa muda ketika penjelajah sungai ini sampai di rest area.”Ada juga goyang holic di rest area ini. Jadi untuk seru-seruan tapi sebenarnya fungsinya untuk peregangan saja biar kembali fit dalam melanjutkan perjalanan,” jelas M Yasrun.

Meskipun mengutamakan fun, atau senang-senang, pengelola tidak pernah melupakan keselamatan pengunjung yang datang. Semua peralatan sudah dipastikan safety sehingga tidak membayhayakan pengunjung yang hendak bersenang-senang. lebih dari itu, guide yang diturunkan juga sudah terlatih oleh tim SAR kabupaten Semarang.

Objek wisata ini praktis berpengaruh terhadap perekonomian warga masyarakat. Selain karang taruna yang diterjunkan untuk menjadi guide, keberadaan wisata ini juga membuka peluang usaha seperti layanan trasnportasi untuk mengantarkan pengunjung dari titik mula dimulainya acara seru-seruan ini.

”Selain itu, warga juga bisa membuat nasi jagung untuk santapan pengunjung tadi. Banyak yang kemudian terangkat setelah adanya wisata ini,” jelas Yasrun didampingi sejumlah perangkat Desa yang tampak kompak untuk terus mengembangkan wahana ini.

Diceritakan oleh Yasrun, untuk membangun sesuatu yang baru, dirinya, perangkat dan sejumlah warga harus berani konyol. Tanpa modal banyak, ia mencoba melakukan penjajakan sungai untuk mengatehui kelayakannya. Namun dengan modal konyol ini, tanpa disangka wahana ini mendapat tamu istimewa yaitu dari salah satu perusahaan penyedia jasa layanan yang cukup besar.”Kami ingin, di dalam masyarakat nantinya bisa tumbuh rasa memiliki. Sehingga mereka mau berbendah. Ketika kedatangan tamu kita bisa memberikan yang terbaik untuk mereka,” jelasnya.

Dirinya berharap, dengan adanya wisata ini pendapatan asli Desa bisa semakin meningkat. Terlebih warga juga bisa memperoleh penghasilan tambahan dengan membuat produk yang bisa dijual ketika ada pengunjung yang datang. (sga/bas)