33 C
Semarang
Minggu, 7 Juni 2020

Petani Salatiga Diasuransikan

Another

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

SALATIGA – Petani asal kota Salatiga akan mendapatkan jaring pengaman dan kesejahteraan dari pemerintah. Mulai dari asuransi kesehatan dan jiwa, kredit usaha petani hingga jaminan jika ada kegagalan panen yang disebabkan faktor alam. Jaminan itu tertuang dalam peraturan daerah yang telah kelar disusun oleh kalangan Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kota Salatiga.

“Kita sudah menyelesaikan perda jaminan usaha petani untuk memberikan keamanan dan kesejahteran kepada para petani di Salatiga. Perda ini sudah selesai dikonsultasikan ke gubernur,” jelas Wakil Ketua Komisi C DPRD Salatiga Supriyadi Fatkhi ketika ditemui wartawan, Senin (11/12).

Dijelaskan dia, perda ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga swasembada pangan. Sekaligus ditujukan ke pemerintah provinsi dan nasional untuk memberikan kesejahteraan kepada para petani. “Ini tinggal menunggu penandatanganan kerjasama dengan eksekutif. Perda telah disusun sejak tahun 2015 dan sekarang sudah selesai,” jelasnya.

Lebih jauh dipaparkan, petani yang mendapatkan asuransi tidak hanya yang bekerja di sawah yakni pemilik lahan dan juga petani penggarap saja. Namun juga peternak hewan dan ikan. Sebab peternak ini juga masuk dalam kategori petani.

“Kegagalan panen nantinya akan dihitung oleh tim khusus. Sehingga ganti rugi sedikit banyak bisa mengobati kekecewaan para petani yang gagal panen. Namun, kegagalan yang disebabkan faktor alam,” jelasnya.

Disinggung mengenai anggaran yang disiapkan, Fatkhi mengaku jika semua itu masih tentatif karena perda itu akan berlaku pada saat tertentu.

Dijelaskan dia, hingga saat ini di kota Salatiga, luas lahan pertanian hanya 30 persen dari total luas wilayah kota. Meski tidak besar dibandingkan kabupaten atau kota lain, namun diharapkan Salatiga bisa menjadi perintis mengenai permasalahan kesejahteraan petani. “Saya yakin ini bisa bagus jika terlaksana. Tinggal menunggu pembuatan petunjuk teknis pelaksanaan saja,” jelasnya. (sas/ton)

Berita sebelumyaBedah 50 Rumah Warga
Berita berikutnyaHarga Beras Naik Jelang Natal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama sekali nggak ”ngartis”. ANA R.D.-LATIFA N.,...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

More Articles Like This

Must Read

KKN UPGRIS Gelar Pelatihan Web Desa

RADARSEMARANG.COM, TUNTANG - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar pelatihan pengelolaan dan pengembangan web desa, Kamis (22/2) lalu. Kegiatan ini diikuti...

Tiga Desa Dukung Investasi Peternakan Sapi

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Ratusan warga perwakilan dari tiga desa yang ada di kecamatan Kandeman dan Tulis, yakni Desa Tulis, Wonokerso dan Bakalan, menyatakan dukungannya...

Wanita Bercadar Bawa 42 Paket Sabu ke Lapas

SEMARANG - Sebanyak 42 paket narkoba siap edar, jenis sabu-sabu berhasil digagalkan petugas layanan kunjungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kedungpane Semarang, Selasa (11/4)...

Unggulan Anak Putra Lewati Penyisihan Pertama

SEMARANG-Pemain seeded unggulan di kelompok usia tunggala anak putra berhasil melewati babak penyisihan pertama USM Blibli Flypower Liga Bulutangkis Jateng & DIY 2017 Seri...

Saya Ingin Imlek Lebih Membumi

“Kalau saya, Tionghoa Indonesia, bukan Tionghoa di China, bukan Tionghoa di Singapura.” RADARSEMARANG.COM - Dalam sejumlah peristiwa—utamanya politik—isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) kerap...

Gagal Bendung Awan ke Bhayangkara

SEMARANG – Kekhawatiran  PSIS kehilangan kiper utama mereka, Awan Setho Raharjo menjadi kenyataan. Eks kiper Timnas U-19 itu saat ini telah merapat ke tim...