PEDULI : Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan, SIK MH menggendong warga Desa Morodemak, Kecamatan Bonang yang lumpuh dari rumahnya ke lokasi pengobatan gratis yang digelar Polres Demak di balai desa setempat beberapa waktu lalu. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PEDULI : Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan, SIK MH menggendong warga Desa Morodemak, Kecamatan Bonang yang lumpuh dari rumahnya ke lokasi pengobatan gratis yang digelar Polres Demak di balai desa setempat beberapa waktu lalu. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Prestasi Polres Demak dalam menekan angka kriminalitas patut diacungi jempol. Setidaknya, ini dapat dilihat dari hasil Operasi Sikat Candi 2017 yang berlangsung akhir September hingga pertengahan Oktober lalu.

Berdasarkan rekapitulasi, Polres Demak menempati urutan (ranking) ketiga dalam menangani perkara pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat). Tercatat, ada  6 kasus curas dan 15 kasus curat. Total ada 21 kasus yang ditangani. Dari jumlah kasus itu, terdapat 20 tersangka dengan barang bukti (BB) 6 sepeda motor, uang serta 53 BB lainnya. Adapun, target operasi (TO) yang terungkap ada 3 serta non TO ada 18.

Penanganan kasus kriminalitas yang terjadi di masyarakat ini dinilai efektif. Utamanya sejak dijalankannya program melakoni promoter di masa kepemimpinan Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan, SIK MH.  Dalam melakoni promoter ini, Polres Demak menjalankan program khusus di antaranya, Seruling Kalijaga (Seruan Keliling Keamanan Lingkungan Terjaga).

Program Seruling Kalijaga ini dilakukan setiap hari Kamis sore menjelang Maghrib dengan cara mengunjungi masjid di desa-desa di wilayah Kabupaten Demak. Titik tekannya adalah memberikan imbauan seputar kamtibmas dan berkunjung ke Poskampling di tingkat RTdan RW. Sebelum itu, diawali dengan salat maghrib berjamaah, membaca Yasin dan Tahlil, salat Isya’ dilanjutkan dengan silaturahmi dengan masyarakat setempat. Baru, setelah itu meninjau Poskampling.

Selain masalah kriminal atau gangguan keamanan, Seruling Kalijaga ini efektif sebagai upaya mencegah munculnya kelompok radikal pro kekerasan dan intoleransi yang rawan terjadi di masyarakat. “Seruling Kalijaga ini merupakan terobosan kreatif kita untuk mewujudkan lingkungan desa, kelurahan dan kota di wilayah hukum Polres Demak menjadi aman dan nyaman,” ujar Kapolres AKBP Sonny Irawan.

Menurut Kapolres, promoter yang dijalankan merupakan program prioritas Kapolri yang harus didukung dengan segenap daya dan upaya. Karena itu, seluruh anggota jajaran Polres Demak berupaya mewujudkan promoter sebagai harga mati dalam setiap pelaksanaan di lapangan. Dalam menjalankan promoter diperlukan sikap profesional (kompetensi anggota terus ditingkatkan), modern (layanan publik didukung modernisasi tekhnologi), dan terpercaya (reformasi internal menuju Polri yang bersih dan bebas KKN).

Promoter tersebut juga didukung dengan jargon Kapolda Jateng, yakni prinsip bekerja (maksimal dengan semangat tulus ikhlas), bergetar (hasil pekerjaan anggota memberi manfaat pada masyarakat) dan terlaporkan (setiap pekerjaan dilaporkan ke pimpinan secara prima sebagai bentuk pertanggungjawaban tugas).