Dukun Pembunuh Dibekuk

1185

BATANG – Tim Buser Polres Batang bersama Unit Reskrim Polsek Gringsing berhasil membekuk Muslimin,46, warga Desa Sawangan Kecamatan Gringsing, Minggu malam (10/12). Muslimin merupakan pelaku pembunuhan terhadap Restu Novianto,37, warga Desa Plelen Gringsing. Petugas pun terpaksa melumpuhkan pelaku dengan timah panas di kakinya, karena berusaha melarikan diri saat hendak diamankan.

Dalam aksinya, Muslimin mengaku sebagai dukun yang bisa menggandakan uang, namun pelaku justru membunuh Restu dan dikubur di Alas Roban. Pelaku geram karena korban terus menagih uang hasil gandaan.

Kapolres Batang AKBP Edi S Sinulingga melalui Kapolsek Gringsing AKP Sugianto mengungkapkan, kasus terserbut berawal dari informasi di masyarakat dan kesigapan petugasnya.

“Keluarga korban tidak melapor ke polisi, padahal korban menghilang sejak tanggal 15 November. Petugas mendengar dari masyarakat. Kemudian kami mengecek, ternyata benar ada orang hilang sejak lama,” ujarnya.

Kecurigaan petugas mengarah ke Muslimin, hasil dari informasi yang dikumpulkan dihari terakhir korban diajak pergi pelaku untuk ritual penggandaan uang. Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menemukan kendaraan korban yang digunakan pelaku. Saat akan diinterogasi, pelaku malah mencoba melarikan diri, petugas pun terpaksa melepaskan tembakan.

Dihadapan petugas, tersangka akhirnya mengakui perbuatannya, telah membunuh korban dengan cara dicekik dan lehernya dipatahkan. Usai membunuh, jasad korban kemudian dibawa ke kebun sengon di hutan Alas Roban untuk dikubur. Korban dikubur dengan pakaian lengkap dan ditimbun potongan pohon pisang.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga berhasil mengamankan kendaraan korban berupa sepeda motor Honda Beat G5409GV milik korban dipakai pelaku selama ni.

Pada hari Senin (11/12), kuburan korban dibongkar untuk otopsi dan evakuasi oleh petugas gabungan Inafis dan Dokpol Polres Batang dibantu tim DVi Polda Jateng. Dari hasil otopsi, diketahui korban mengalami luka pukulan benda tumpul di kepala belakang dan bekas cekikan di leher.

Terpisah Kades Sawangan Subeno menambahkan pelaku pembunuhan Muslimin selama ini diketahui bekerja sabagai buruh serabutan. Tetangga justru tidak tahu jika tersangka berprofesi sebagai dukun. Bahkan warganya kaget, Mulsimin bisa melakukan pembuhunan keji tersebut.

“Warga hanya tahu bahwa Muslimin seorang buruh serabutan saja, warga tidak tahu kalau dia dukun pengganda uang. Namun tetangga mengetahui jika pelaku banyak menerima tamu dari luar daerah,” jelasnya. (han/zal)