Dibunuh karena 5 Kali Minta Rujuk Ditolak

Kasus Suami yang Membantai Istrinya

369
KDRT: Penyidik Polres Wonosobo saat mendatangi ruang perawatan Suratman yang menjadi tersangka pembunuh istrinya sendiri. (IST)
KDRT: Penyidik Polres Wonosobo saat mendatangi ruang perawatan Suratman yang menjadi tersangka pembunuh istrinya sendiri. (IST)

WONOSOBO—Penyidik Polres Wonosobo, Senin (11/12) kemarin, memeriksa Suratman, pria 45 tahun, yang tega membunuh istrinya sendiri, Walimah, 40.

Suratman diperiksa setelah kondisinya membaik. Sebelumnya, Suratman dirawat di rumah sakit, karena menusuk perutnya sendiri. Ia berusaha bunuh diri, setelah menghabisi istrinya pada Kamis (7/12/2017) siang, di sebuah warung makan di Jalan Raya Kertek-Kalikajar, Ngadiwongso. Pantauan koran ini, penyidik mendatangi ruang perawatan tersangka.

Kepala Satuan Reskrim Polres Wonosobo AKP Edi Istanto SH ditemui di Mapolres Wonosobo menyampaikan, tersangka mengakui perbuatannya. “Alasan tersangka tega membunuh korban, karena marah permintaannya rujuk tidak dituruti. Menurut pengakuan tersangka, pada saat kejadian, merupakan kali kelima dirinya datang ke Kalikajar untuk meminta rujuk. Tapi, semuanya ditolak,” beber Edi.

Disinggung kronologi perencanaan aksi, AKP Edi Istanto mengatakan, tersangka sudah merencanakan aksinya. “Sebelum melakukan aksinya, dari rumahnya di Rojoimo Wonosobo, pelaku sempat mampir membeli pisau di Pasar Kertek seharga Rp 10.000. Pisau itulah yang digunakan untuk menghabisi korban.”

Hasil pemeriksaan, tersangka bakal dijerat pasal 44 ayat 3 Undang-Undang RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga jo pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. “Ancaman hukumannya maksimal adalah hukuman mati.”

Seperti diberitakan koran ini, Suratman, 45, warga Kelurahan Rojoimo, Wonosobo, tega menganiaya istrinya sendiri, Walimah, 40, hingga tewas. Pelaku kalap lantaran tidak terima digugat cerai oleh sang istri.

Kejadian bermula saat Suratman mendatangi istrinya yang bekerja di sebuah warung makan di Jalan Raya Kertek-Kalikajar, Ngadiwongso, Kamis (7/12) lalu. Saat itu, Suratman-Walimah terlibat adu mulut. Cekcok berakhir dengan tusukan pisau Suratman yang menancap ke perut sang istri. Walimah pun tewas karena menderita luka parah di bagian dada dan perutnya.

Usai menusuk dada dan perut Walimah, pelaku melakukan upaya bunuh diri, dengan menusukkan pisau ke perutnya sendiri. Pelaku roboh dan bersimbah darah di depan warung makan tempat istrinya bekerja. (ali/isk)