33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Angkat Kontribusi Tionghoa

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG – Sebagai negara yang memiliki keragaman etnis dan budaya, warga negara Indonesia dikenal memiliki rasa nasionalisme yang kuat terhadap bangsanya. Bahkan dalam membangun bangsa ini, berbagai etnis bangsa menjadi satu untuk mengusir penjajah hingga Indonesia merdeka. Sayangnya peran dari masyarakat Tionghoa tidak pernah dianggap dan mendapatkan penghargaan yang sepantasnya.

Dokter Bedah SMC RS Telogorejo Semarang, sekaligus panitia acara Diskusi Publik ‘Anak Bangsa membangun Indonesia’, Dr Teguh S Rahardjo mengatakan stigma masyarakat yang menganggap etnis Tionghoa hanya peduli terhadap urusan ekonomi dan tidak memiliki rasa nasionalisme tidaklah benar. Pasalnya banyak anak bangsa dari etnis Tionghoa yang turut serta membangun bangsa Indonesia. “Kontribusi dari Tionghoa dalam membangun bangsa cukup besar di berbagai bidang, terutama kesehatan,” katanya di sela diskusi publik, di Atrium SIM Squeare SMC RS Telogorejo, belum lama ini.

Dengan adanya diskusi publik tersebut, diharapkan bisa mempelajari dan mengapresiasi kontribusi masyarakat Tionghoa dalam berbagai bidang, salah satunya bidang kesehatan. Selain itu memperkaya dan membuka pengetahuan masyarakat Indonesia, tentang peran serta Tionghoa dalam membangun bangsa. “Diharapkan ada utuh tentang peran berbagai etnis dalam membangun bangsa. Apalagi Indonesia adalah negara yang punya keragaman etnis dan budaya, salah satunya Tionghoa,” tuturnya.

Dalam diskusi publik itu dihadirkan tiga nasarumber yakni dr Lie Dharmawan sebagai pendidiri rumah sakit apung (floating hospital) pertama di Indonesia, dr Michael Laeksodimulyo sebagai dokter spesialis gelandangan yang mengabdikan diri melayani pasien miskin, dan Ravando Lie sebagai sejarawan dan penulis buku.

“Membangun bangsa saat ini, terutama dokter adalah melihat secara kemanusiaan dan mengabdi terhadap bangsa. Salah satunya adalah dengan orang miskin ataupun tidak mampu, rasa ini pula yang harus dimiliki oleh setiap anak bangsa,” kata dr Michael Laeksodimulyo.

Untuk mengentaskan kemiskinan, lanjut dia, perlu dilakukan pemberdayaan salah satunya pendidikan formal dan informal, dengan peluang yang sama dengan orang lain. Sayangnya banyak pengusaha yang melihat calon tenaga kerja dari background nya saja. “Kalau hanya melihat back ground mantan preman, mantan PSK, tentu tidak ada kesempatan buat mereka dan tetap terjerumus dalam kemiskinan. Nah itu pula harus dihilangkan dengan memberi kesempatan yang sama,” bebernya. (den/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PKK Tirto Tiga Besar Lomba IVA Test

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Upaya Pemkab Pekalongan untuk menekan angka kematian pada ibu hamil dan ibu melahirkan, dan mencegah kanker serviks melalui IVA test telah...

22 Polisi Naik Pangkat

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 22 personel Polres Magelang Kota mendapat kenaikan pangkat. Kenaikan pangkat tersebut bertepatan dengan rangkaian Hari Bhayangkara ke-72 tahun 2018. Kapolres Magelang...

Pancing Sleman Juara Anak Putra Putri

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG-Pemain dari klub Pancing Kabupaten Sleman, Jogjakarta, meraih juara pertama kelompok tunggal anak putra dan putri Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Tidar Cup XIX...

Bersihkan Lumpur Banjir

Sejumlah pedagang Pasar Waru dan pekerja Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang bergotong royong membersihkan genangan lumpur, di kawasan pasar, Senin (4/12). Akibat diguyur hujan...

Bangun Sinergi Perangi Narkoba

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Seluruh Pegawai di lingkungan Setda Kabupaten Batang, perwakilan Siswa-Siswi SMP di Kabupaten Batang, seluruh pegawai BNN Kabupaten Batang dan perwakilan Penggiat...

Terus Kembangkan Seni dan Budaya

KENDAL - SDN 7 Boja Kecamatan Boja tergolong sekolah yang memiliki perhatian besar terhadap kesenian. Pasalnya, sekolah ini mempunyai  program pengembangan bakat di bidang...