SEMARANG – PT Pertamina Marketing Operation Region IV menyiapkan 830 SPBU yang tersebar di Jawa Tengah dan Jogjakarta untuk menjual LPG 3 kg dengan batas Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal ini guna menstabilisasi harga atas kemungkinan terjadinya gejolak harga jelang Natal dan Tahun Baru.

“Masyarakat dapat langsung membeli LPG 3 kg di 830 SPBU wilayah kerja kami untuk mendapatkan LPG Subsidi dengan harga yang sesuai,” ujar General Manager Marketing Operation Region IV, Yanuar Budi Hartanto, kemarin.

SPBU dipergunakan sebagai etalasi dan stabilisator harga LPG 3 kg dan 12 kg karena lokasi SPBU yang dinilai relatif mudah diakses oleh warga sekitar. Sehingga efektif untuk mengantisipasi kelangkaan

Unit Manager Communication & CSR MOR IV, Andar Titi Lestari menambahkan, sebelumnya, Pertamina Maketing Operation Region IV, telah melakukan operasi pasar secara serentak di 50 titik yang tersebar di 13 kota wilayah Jawa Tengah dan DIJ dengan realisasi sebesar 13,054 tabung telah disalurkan kepada masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan penambahan fakultatif atau extra dropping hingga 129,000 tabung yang tersebar di beberapa pangkalan di wilayah jateng dan DIJ. Langkah-langkah tersebut merupakan upaya preventif dari pihaknya untuk terus memenuhi kebutuhan masyarakat miskin dan yang layak mendapatkan subsidi LPG 3 kg.

“Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat tetap mengawasi penggunaan LPG 3 kg sesuai peruntukannya untuk rakyat miskin dan usaha mikro. Pertamina bertanggung jawab melakukan pengawasan hingga pangkalan LPG 3 kg sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No 26 tahun 2009 tentang pendistribusian LPG,” imbuhnya. (dna/ric)