33 C
Semarang
Jumat, 25 September 2020

Landscape Politik Tidak Membanggakan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

JAKARTA-Menyongsong peringatan Hari Antikorupsi, panggung politik dan kepemimpinan nasional disuguhi pertunjukan yang tidak membanggakan.   Ketua DPR, lembaga legislatif, lembaga pembuat hukum mempertontonkan sikap yang jauh dari menghormati hukum. Di samping kasus-kasus terdahulu yang penuh kontroversi dan tanda tanya besar, kasus e-KTP adalah puncak dari perilaku melanggar hukum, korup, manipulatif, dan pelecehan terhadap penegakan hukum.

Ketua Institut Harkat Negeri, Sudirman Said mengungkapkan hal itu dalam diskusi memperingati Hari Antikorupsi Dunia, di Jakarta, Sabtu (9/12) kemarin. Selain Sudirman Said, tampil juga sebagai pembicara adalah peneliti LIPI, Siti Zuhro, pakar hukum tata negara Refly Harun, pengamat kebijakan publik Said Didu, dan Najwa Shihab. Dalam kesempatan itu, ditampilkan juga wayang politik dengan dalang Ki Rohmad Hadiwijoyo.

“Informasi yang saya dapat, hari ini SN (Setyo Novanto, red) sudah menyampaikan pengunduran diri dari kedudukannya sebagai ketua DPR RI. Semoga ini benar. Sehingga DPR sebagai lembaga terhormat tidak terbebani proses hukum yang harus dijalani SN,” kata Sudirman, yang juga salah satu pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI).

Lebih lanjut, Sudirman mengungkapkan bahwa satu per satu, perangkat yang mendukung siasat-siasat pelecehan hukum SN sudah rontok. Para pendukungnya di Partai Golkar pun mulai balik badan. Bahkan dua pangacara kondang, termasuk pengacaranya pun telah mengundurkan diri. “Ini memberikan pesan dan menjadi bukti bahwa kejahatan tak bisa disembunyikan terlalu lama. Juga memberi pelajaran bahwa uang bukan segalanya,” tandas dia.

“Malam ini kita berkumpul bukan hendak merayakan tertangkapnya Setnov, karena tidak baik berbahagia di atas penderitaan orang. Kita berhimpun di sini ingin menggarisbawahi bahwa korupsi merupakan persoalan besar negara ini, dan di banyak negara lain. Karena itu, upaya pemberantasan korupsi harus terus dipacu. Para aktivis dan pegiat gerakan antikorupsi harus terus memperkuat diri,” katanya lagi.

Lebih lanjut Sudirman mengungkapkan, sejak KPK mulai menjalankan tugasnya, kasus-kasus korupsi dan pelaku yang berhasil ditindak, luar biasa masif. Hari ini, jika dilihat deretan elit nasional, hampir seluruh pimpinan lembaga tinggi negara terlibat dalam kasus korupsi. Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, BPK, DPD, DPR, yang tersisa tinggal MPR dan Presiden. “Ini suatu landscape politik yang sama sekali tidak membanggakan sebagai bangsa,” lanjut Sudirman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Manfaatkan Asimilasi, Warga Binaan Kabur

PEKALONGAN-Seorang warga binaan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Kota Pekalongan yang mendapatkan asimilasi atau proses pembinaan narapidana di luar tembok penjara, justru dimanfaatkan...

Saelany : Bansos Rumah Jangan Buat Konsumsi

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan kembali salurkan bantuan sosial (Bansos) perbaikan rumah roboh kepada warganya. Wali Kota Pekalongan H.M Saelany Machfudz, meminta warga...

Merah Putih Terpanjang Pecahkan Rekor Muri

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Dua rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) berhasil dipecahkan oleh Astra Motor dan Polda Jateng di Sirkuit Mijen, Sabtu (11/8). Rekor tersebut adalah pembentangan...

Sopir Bus Jalani Cek Kesehatan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Satlantas Polres Demak bersama Polda Jateng melakukan pengecekan kesehatan para pengemudi atau sopir dan kondektur bus di terminal Kota Demak, kemarin....

JPO Karangayu Tak Layak, Bahayakan Pengguna

JEMBATAN Penyeberangan Orang (JPO) di Jendral Sudirman, tepatnya di depan Pasar Karanganyu, kondisinya sudah tidak layak. Banyak landasan kayu yang sudah rapuh, atap banyak...

Hari Ini, PPSM Diluncurkan

MAGELANG - Klub sepakbola kebanggaan Kota Magelang PPSM Sakti Magelang memastikan tampil di Liga 2 yang akan mulai kickoff pada 19 April 2017. Namun,...