PERANGI KORUPSI : Jajaran pegawai Kejari Kota Semarang melakukan aksi simpatik kampanye Anti Korupsi di Jalan Abdul Rahman Saleh dipimpin langsung oleh Dwi Samudji didampingi Adhi H. Wicaksono, Tri Yulianto dan Bambang Rudi Hartoko. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERANGI KORUPSI : Jajaran pegawai Kejari Kota Semarang melakukan aksi simpatik kampanye Anti Korupsi di Jalan Abdul Rahman Saleh dipimpin langsung oleh Dwi Samudji didampingi Adhi H. Wicaksono, Tri Yulianto dan Bambang Rudi Hartoko. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Rombongan pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang menggelar aksi simpatik antikorupsi di Jalan Abdul Rahman Saleh. Aksi tersebut dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI).

Kegiatan tersebut sebagai bentuk sosialisasi anti korupsi kepada masyarakat melalui media stiker, pin, spanduk dan kaos kepada pengguna jalan.

Dengan mengangkat tema Bergerak bersama memberantas korupsi untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, Aksi dipimpin Kepala Kejari Kota Semarang Dwi Samudji didampingi Kasi Tipidsus Adhi Hardiyanto Wicaksono, Kasi Intelijen Tri Yulianto dan Kasi Tipidum, Bambang Rudi Hartoko serta jajaran pembinaan, datun dan tata usaha, melakukan aksi sekitar 40 menit.

Mereka membagikan stiker dan pin bertuliskan ‘Ayo kita lawan korupsi’ dan ‘Bersama memerangi korupsi’.

“Momentum HAKI ini digunakan untuk meneguhkan kembali komitmen aparat penegak hukum yang memiliki tanggung jawab moral dalam penegakkan peraturan maupun keadilan,” kata Dwi Samudji disela-sela acara, kemarin.

Kasi Tipidsus Adhi Hardiyanto Wicaksono berharap melalui media kampanye tersebut bisa memberikan edukasi kepada publik mengenai bahaya laten korupsi.

“Melalui kampanye ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk mengawasi kinerja para pejabat pemerintah maupaun penegak hukum agar tidak melakukan korupsi. Kami juga mempersilahkan masyarakat melapor apabila menemukan indikasi dugaan kasus korupsi,”imbuhnya.

Kasi Intelijen Tri Yulianto juga mengaku kalau institusinya cukup intens menggelar program jaksa masuk sekolah (JMS), yang dilakukan sebagai salah satu bentuk penyuluhan hukum terhadap pelajar, dengan sasaran siswa tingkat SMP dan SMA sederajat.

Materi yang disampaikan menyagkut upaya menumbuhkan mental nilai kehidupan yang baik, sekaligus menyadarkan kalangan pelajar tentang dampak negatif korupsi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. “Sehingga kelak, diharapkan mereka bisa membentengi diri,” ujarnya. (jks/zal)