Tantangan bisnis yang dihadapinya adalah semakin menjamurnya pemilik bisnis kuliner dengan produk yang sama. Namun ia menyiasatinya dengan membuat inovasi dengan memberikan ciri khas pada produknya. “Kalau makanan yang saya jual ini sengaja nggak dibikin tahan lama. Makanya kami memproduksi terus. Tapi ya masih kendala di sumber daya manusai (SDM) juga,” imbuhnya.

Meski begitu, Afifah tak merasa itu masalah besar. Terpenting dalam bisnis adalah persaingannya harus sehat dan tidak saling menjatuhkan. Hal itu harus dihadapi dengan terus berusaha dan jangan pernah menyerah. “Karena semua perjuangan pasti ada hasil,” ujar mahasiswa Berprestasi FISIP Undip ini.

Ke depan, Afifah berharap bisa mengelola dan memasarkan produknya secara luas, memiliki toko sendiri dan tentunya menciptakan masakan-masakan baru yang mempunyai ciri khas. (*/ida)