Narkoba Incar Pelajar

268
SOSIALISASI: Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah mengadakan sosialisasi narkoba dan HIV/AIDS di aula SMKN 1 Kudus kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)
SOSIALISASI: Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah mengadakan sosialisasi narkoba dan HIV/AIDS di aula SMKN 1 Kudus kemarin. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

KUDUS – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan penanggulangan penyalahgunaan narkoba dan pencegahan HIV/AIDS di SMKN 1 Kudus, kemarin. Sosialisasi dilakukan dengan mengundang 200 pelajar SMP dan SMA/SMK.

Menurut Kabid Kepemudaan Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Susilowati, sosialisasi merupakan kegiatan tahunan dan mengambil tema yang saat ini lagi gencar yaitu penggunaan narkoba di kalangan pelajar.

”Pergaulan anak zaman sekarang benar-benar mengkhawatirkan. Mereka sudah menggunakan obat-obatan yang tidak dijual bebas sebagai campuran minuman supaya bisa ngefly. Jadi, bentuknya tidak hanya heroin, ganja dan sabu. Tapi, obat-obat keras yang seharusnya pemakaiannya berdasarkan resep dokter,” terangnya.

Dia mengatakan, kasus narkoba akan merambah pada HIV/AIDS melakui jarum suntik yang mereka gunakan untuk mabuk. Bahayanya lagi, berhubungan seksual dengan pekerja seks komersial (PSK).

Sosialisasi dilakukan agar pikiran para pelajar bisa terbuka. Susilowati menerangkan, tidak hanya dampak hukumannya tapi juga dipaparkan akibat ke depannya. Tubuh menjadi rusak dan ujung-ujungnya bisa mengakibatkan kematian.

Sosialisasi tersebut, menghadirkan Kasat Narkoba Polres Kudus AKP Sukadi, yang menjelaskan tentang pengetahuan generasi muda akan bahaya narkoba dan penyakit HIV/AIDS.

Kegiatan ini dilakukan tidak hanya di Kudus, namun juga di beberapa kota dengan target peserta sebanyak 800 orang. Susilowati menjelaskan, bulan September lalu, acara serupa diadakan di Kota Salatiga, dan yang akan datang di Semarang mengupas khusus HIV/AIDS.

”Jawa Tengah sudah ada kader anti narkoba yang dibentuk pada tahun 2016 lalu, sebanyak 400 orang sudah dilantik dan mereka berasal dari 20 desa, 10 kecamatan dari lima kabupaten. Diharapkan, para pemuda tahu bahaya narkoba,” ungkapnya. (san/ric)