Lesehan, Menteri Susi Ajak Anak Makan Ikan

267
DARI SISI SENI: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kanan) menabuh rebana di pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmono (tengah) Kamis (7/12) malam. (KHOLID HAZMI/RADAR KUDUS)
DARI SISI SENI: Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kanan) menabuh rebana di pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmono (tengah) Kamis (7/12) malam. (KHOLID HAZMI/RADAR KUDUS)

REMBANG Pagelaran wayang kulit bersama dalang Ki Enthus Susmono dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Kamis (7/12) malam. Di sela-sela pagelaran Susi naik ke atas panggung dan ikut menabuh rebana.

Sambutan warga ini berbeda saat sore. Di sore hari disambut demontrasi, tetapi malam masyarakat berjubel di sekitar panggung begitu Menteri Kelautan dan Perikanan tiba di Alun-alun Rembang.

Susi didampingi beberapa pejabat. Di antaranya Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Bupati Rembang Abdul Hafidz. Pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmono didahului penampilan seni tari modern. Susi, Ganjar, dan Hafidz terlihat menikmati pertunjukan yang mayoritas dibawakan oleh putra Papua itu.

Susi memerintahkan agar anak-anak yang menonton di pinggir panggung maju ke depan. Mereka duduk lesehan di depan meja dan kursi yang diduduki Susi. Sebelum mengakhiri penampilan, beberapa penari memberikan ikan bakar kepada para tamu undangan. Termasuk, tiga pejabat tersebut.

Susi membagikan ikan bakar itu ke anak-anak yang duduk lesehan. Katanya sambil bercanda, kalau tidak makan ikan akan ditenggelamkan. ”Ayo pada makan ikan, kalau enggak nanti tak tenggelemin,” ujarnya sambil tertawa.

Usai penampilan tersebut, Susi secara simbolis menyerahkan wayang kulit ke Ki Enthus Susmono. Sebelum memulai pertunjukan wayang dengan lakon Pandawa Layar, dalang yang juga bupati Tegal itu mengajak audiens mahallul qiyam melantunkan salawat.

Susi yang memakai gaun sedengkul tiba-tiba maju dan naik ke atas panggung. Dia meminta satu alat rebana yang kemudian ditabuhnya bersama para penabuh lain. Susi berdiri di samping Ki Enthus dan melantunkan salawat bersama.

Pagelaran wayang tersebut merupakan inisiasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KPP). Susi sendiri tak meragukan kapasitas Enthus sebagai seniman. Lewat pagelaran wayang itu, dia ingin memahami negara, laut, dan ikan dari persepsi seni. ”Saya ingin anda semua merasakan dan memahami filosofi tentang negara, laut, dan ikan dari persepsi seni. Dari persepsi keindahan,” ungkapnya. (lid/ris)