Tunggakan Capai Rp 8,1 M

509

SEMARANG – Kesadaran perusahaan di Semarang untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan (TK) masih rendah. Bahkan sampai akhir tahun ini saja khusus di Kantor BPJS Ketenagakerjaan (TK) Semarang Pemuda, tunggakan iuran perusahaan mencapai Rp 8.1 miliar.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda, Heri Purwanto mengatakan tingginya tunggakan tersebut membuat BPJS TK menggandeng Kejaksaan Negeri Kota Semarang untuk mengoptimalkan kepatuhan pembayaran iuran BPJS TK kepada karyawannya. “Kami juga mengundang 422 perusahaan yang menunggak untuk ditertibkan,” katanya.

Ia mengungkapkan digandengnya tim Kejaksaan ini baru pertama kali dilakukan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda. Sebelumnya upaya yang dilakukan, hanya memberi peringatan atau peneguran dari BPJS TK langsung kepada peserta menunggak saja.

“Ini baru pertama kali kami memanggil peserta yang menunggak iuran. Dan responsnya cukup bagus, bahkan begitu ada surat pemanggilan ada yang langsung membayar tunggakan iuran dari tenaga kerjanya,”jelasnya.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang, Dwi Samudji menuturkan, meski punya kewenangan hingga ke pidana terhadap peserta BPJS Ketenagakerjaan terkait tunggakan iuran, namun pidana itu bukan merupakan jalan terakhir. “Pertemuan ini sangat penting untuk mengkroscek data perusahaan beserta tenaga kerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Untuk penindakan sampai pidana itu upaya terakhir,” jelasnya.

Ada beberapa persoalan yang dialami perusahaan sehingga menunggak dalam pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan. Misalnya perusahaan kurang tertib dalam pelaporan iurannya. Ia menerangkan dengan pertemuan langsung antar perusahaan dengan BPJS TK akan lebih membantu meminimalisir kesalahpahaman antara kedua belah pihak “Mungkin karena petugas pelapor iuran dirasa kurang cakap dalam bekerja atau ada persoalan lainnya,” paparnya. (den/ric)