Tujuh Pasangan Mesum Digelandang Satpol PP

895
RAZIA : Kasie Operasional dan Penertipan Umum Satpol PP Kabupaten Pekalongan, Siswanto, saat melakukan pendataan tujuh pasangan mesum, di Kecamatan Kajen dan Karanganyar, Jumat (8/12) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAZIA : Kasie Operasional dan Penertipan Umum Satpol PP Kabupaten Pekalongan, Siswanto, saat melakukan pendataan tujuh pasangan mesum, di Kecamatan Kajen dan Karanganyar, Jumat (8/12) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Sebanyak 14 orang remaja atau tujuh pasangan mesum diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pekalongan, dari kos-kosan di Kecamatan Kajen dan Karanganyar, Jumat (8/12) kemarin. Tiga di antaranya adalah remaja di bawah umur belum genap 14 tahun. Ketiganya dijanjikan oleh pasangannya masing-masing, untuk dicarikan kerja dan diinapkan pada kos-kosan tersebut.

Kasie Operasional dan Penertipan Umum, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pekalongan, Siswanto, mengungkapkan bahwa mereka diamankan setelah dilakukan razia penertiban penyakit masyarakat terkait banyaknya pasangan bukan suami isteri yang berada di kos-kosan. “Kami menerima banyak laporan masyarakat yang datang ke Kantor Satpol PP,” katanya.

Menurutnya, razia dilakukan di 5 kos-kosan di Kecamatan Kajen dan 2 kos-kosan di Kecamatan Karanganyar. Hasilnya, ditemukan 7 pasangan bukan suami isteri yang tertangkap basah oleh Satpol PP. Bahkan ada 3 remaja putri yang sempat menangis, ketika dibawa dengan mobil operasional Satpol PP.

Pasangan bukan suami istri tersebut, setelah didata dan dimintai keterangan diberikan pembinaan. Kedua orang tua masing-masing pasangan juga dipanggil. Selain itu, tujuh pasangan mesum tersebut, diharuskan membuat surat pernyataan di depan orang tuanya, untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya lagi. “Dari 7 pasangan bukan suami isteri ini, semuanya masih berusia remaja dan ada 3 remaja putri yang masih di bawah umur. Semuanya sudah kami kembalikan kepada orang tuanya masing-masing, setelah membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ungkap Siswanto.

Siswanto menegaskan bahwa Satpol PP akan terus melakukan razia, guna menegakkan Perda Nomor 2 tahun 2012 tentang ketertiban umum dan upaya mencegah tindak kriminalitas. Baik ada atau tidak laporan dari masyarakat, pihaknya tetap akan melakukan penertiban tersebut.

Menurutnya razia penertipan umum digelar secara rutin pada tempat dan waktu yang tidak ditentukan. Sedangkan adanya laporan masyarakat, akan langsung ditindaklanjuti. Karena itulah, pihaknya mengharapkan adanya kerjasama dengan masyarakat.

“Bagi mereka yang terjaring razia, tidak hanya mendapatkan peringatan, namun akan dikenaikan sanksi sesuai dengan perbuatannya. Meski begitu, kami mengedepankan pembinaan, supaya mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi,” kata Siswanto. (thd/ida)