Sembunyikan WNA, Didenda Rp 2 Juta

518
Supratono (M. RIDWAN RADAR PEMALANG)
Supratono (M. RIDWAN RADAR PEMALANG)

“Ini sebagai pembelajaran bagi masyarakat, bahwa tidak melaporkan keberadaan orang asing di rumahnya yang ternyata masa tinggalnya telah habis itu dapat juga dipidana dengan UU Keimigrasian.”

Supartono Kepala Kantor Imigrasi Pemalang

PEMALANG–Seorang perempuan ibu rumah tangga, Sumartati, 48, warga Jalan Depo, Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Tegal dengan hukuman denda sebesar Rp 2 juta. Setelah terbukti memberikan tempat tinggal dan penghidupan bagi seorang laki-laki dewasa warga negara Malaysia atas nama Ng Soon Teck.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Pematang Supartono mengatakan bahwa WNA itu adalah pemegang izin tinggal BVKS yang telah overstay sejak 19 Juli 2013. Seharusnya Ng Soon Teck diwajibkan kembali ke negaranya sebelum masa izin tinggalnya habis. Izin tinggal yang digunakan tidak dapat diperpanjang.

Lebih lanjut, Supartono menjelaskan bahwa hasil penyidikan yang dilakukan PPNS Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Pemalang oleh Nani Widiati dan Taufiq Rebowo Hasan menyebutkan bahwa tersangka (Sumartati, red) telah melakukan tindak pidana ringan Keimigrasian. Hal itu sebagaimana dimaksud dalam pasal 124 huruf b UU nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

”Sidang yang dipimpin hakim Ardhianti Prihastuti SH pada Jumat (8/12) di PN Tegal itu mengadili tersangka. Selanjutnya menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 2 juta sub pidana kurungan selama 1 bulan jika tidak dapat membayar pidana denda,” papar Supartono kemarin.

Dia mengatakan, pasal 124 huruf b UU No 6 Tahun 2011 menyatakan, ”Setiap orang yang dengan sengaja menyembunyikan atau melindungi atau memberi pemondokan atau memberikan penghidupan atau memberikan pekerjaan kepada Orang Asing yang diketahui atau patut diduga izin tinggalnya habis berlaku, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak Rp 25 juta”.

Saat ini, lanjut dia, paspor Malaysia dan ID Card Malaysia atas nama Ng Soon Teck disita dan diamankan oleh petugas sebagai barang bukti. ”Ini sebagai pembelajaran bagi masyarakat bahwa tidak melaporkan keberadaan orang asing di rumahnya yang ternyata masa tinggalnya telah habis dapat dipidana dengan UU Keimigrasian,” terangnya. (rid/fat/jpg/ida)