JADI TONTONAN: Minimarket Indomaret 24 jam di Jalan Gajah Raya, Pandean Lamper, Gayamsari yang dirampok hingga menewaskan seorang pegawainya. (kiri) Petugas Inafis Polrestabes Semarang saat melakukan olah TKP. (FOTO-FOTO: M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JADI TONTONAN: Minimarket Indomaret 24 jam di Jalan Gajah Raya, Pandean Lamper, Gayamsari yang dirampok hingga menewaskan seorang pegawainya. (kiri) Petugas Inafis Polrestabes Semarang saat melakukan olah TKP. (FOTO-FOTO: M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
  • Pelaku Berseragam Indomaret
  • Modusnya Pura-Pura Tukar Uang

SEMARANG- Perampokan disertai pembunuhan terjadi di Indomaret 24 jam Jalan Gajah Raya RT 5 RW 2, Kelurahan Pandean Lamper, Gayamsari. Pelaku yang belum diketahui identitasnya menghabisi seorang karyawan, dan membawa kabur uang sekitar Rp 2 juta. Korban tewas diketahui bernama Agung Koko Prakoso, 21, warga Dukuh Gagung RT 09 RW 01, Desa Sendangsoko, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati. Korban dihabisi pelaku di gudang tempat penyimpanan brankas uang. Tubuh korban bersimbah darah dengan 4 luka tusukan senjata tajam di bagian dada.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, peristiwa tragis itu terjadi Jumat (8/12) sekitar pukul 03.30. Bermula ketika korban bersama seorang rekannya, Agus Ardiyanto, 21, warga Jeketro RT 04 RW 03 Gubug, Grobogan bekerja pada shift malam mulai pukul 23.00 sampai 08.00 di Indomaret 24 jam yang terletak di depan Angkringan Pandawa Jalan Gajah Raya tersebut.

Saat keduanya berada di meja kasir, tiba-tiba datang seorang pria yang mengenakan seragam Indomaret yang dibalut jaket. Pria tersebut langsung menuju ke meja kasir, dan hendak menukarkan uang. Tanpa curiga, korban Agung Koko menuju ke gudang yang juga menjadi tempat penyimpanan brankas uang. Saat menuju ke ruang belakang itu, pelaku mengikuti di belakangnya.

“Orangnya pura-pura tukar uang. Pas di dalam gudang, teman saya dibunuh,” ujar rekan korban, Saiful, yang tampak sedih kehilangan temannya untuk selama-lamanya.

Menurut Saiful yang masuk kerja shift pagi, sekitar 10 menit masuk gudang, pelaku berlari keluar, dan kabur naik motor yang diparkir di depan Indomaret. Saat itu, rekan korban, Agus Ardiyanto, yang menjaga meja kasir, mendengar suara rintihan korban dari dalam gudang. Agus bergegas mengeceknya, ternyata korban sudah tengkurap bersimbah darah. Sontak, Agus berteriak minta tolong sambil berlari keluar Indomaret.

Saksi mata di lokasi kejadian, Alif Bayu, juru parkir Angkringan Pandawa, mengaku, dirinya memang tidak mengetahui kronologis detail kejadian tersebut. Awalnya, ia hanya mendengar suara teriakan keras orang minta tolong yang bersumber dari dalam Indomaret, tepat di depan tempatnya bekerja. Belakangan diketahui, itu teriakan Agus, rekan korban sesama pegawai Indomaret.

“Kaget, ada suara keras orang teriak-teriak minta tolong. Kemudian saya lari menyeberang jalan, dan masuk ke situ (Indomaret). Saya ditunjukin ke ruang belakang. Saya lihat sudah banyak darah. Korban posisinya telungkup bersimbah darah,” ujar Alif Bayu kepada Jawa Pos Radar Semarang di lokasi kejadian, Jumat (8/12).