Dikenali dari Warna Kolor

452
HANYUT: Salah satu korban tenggelam di Kali Progo saat dievakuasi dari dalam sungai. (IST)
HANYUT: Salah satu korban tenggelam di Kali Progo saat dievakuasi dari dalam sungai. (IST)

MAGELANG—Muhammad Farhan Pratama, korban tenggelam saat bermain di Kali Progo, Kabupaten Magelang, Jumat (8/12) kemarin, ditemukan dalam kondisi sudah menjadi mayat. Sedangkan korban atas nama Ulum Munafis, 11, warga Perum Kalinegoro, hingga kemarin belum ditemukan.

Seperti diberitakan koran ini, tiga bocah hanyut saat bermain di Kali Progo pada Rabu (6/12) sore. Korban pertama yang ditemukan adalah Ultan Arya Maheswara, 11, warga Perum Kalinegoro, Desa Kalinegoro. Arya ditemukan pada hari pertama seusai kejadian.

Dengan ditemukannya Farhan, maka tim gabungan masih mencari satu lagi korban hanyut atas nama Ulum. Farhan tercatat sebagai warga Dusun Klipan, Desa Kalinegoro, Kabupaten Magelang. Di mana korban Farhan ditemukan? Tubuh korban ditemukan oleh seorang penambang pasir di pinggiran Kali Progo. Tepatnya, di Dusun Jaten, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto, kepada wartawan menyampaikan, saat kali pertama ditemukan, jasad korban tidak bisa dikenali. “Dari informasi yang kami terima, korban ditemukan oleh seorang pencari pasir.”

Saksi mulanya melihat sesuatu yang mencurigakan. “Awalnya dikira balok kayu,” ucapnya. Namun setelah didekati, ternyata sesosok mayat bocah laki-laki. “Saat ditemukan, kondisi korban telungkup dan sudah meninggal,” kata Edi. Korban ditemukan dengan ciri-ciri mengenakan celana kolor warna merah.

Untuk memastikan bahwa bocah tersebut merupakan korban yang hanyut di Kali Progo pada Rabu (6/12) lalu, kata Edi, pihaknya mendatangi rumah sakit. “Kami sempat mendatangi rumah sakit bersama keluarga dua korban yang belum ketemu untuk memastikan identitas (jenazah),” jelas Edi, Jumat (8/12) kemarin.

“Keluarga mengenal bahwa korban adalah anggota keluarga mereka dari celana dalam yang dipakai.” Kemarin, oleh pihak keluarga, korban dimakamkan di pemakaman desa setempat. (vie/isk)