PURWOREJO—Puluhan warga Kalikotes yang kecewa dengan hasil Pilkades, Jumat (8/12) kemarin, menggeruduk gedung DPRD. Hal itu mereka lakukan, setelah tidak mendapatkan jawaban memuaskan dari pihak Sekda. Perwakilan massa diterima Wakil Ketua Komisi A DPRD Purworejo, Eko Januar, Sekretaris Komisi A, Toha Mahasin, serta anggota komisi A, Subeno. Camat Pituruh, Sigit Setiabudi, juga turut hadir.

Kordinator aksi, Supriyanto, menyampaikan, Pilkades Kalikotes tidak sah secara yuridis. Karena itu, sejak awal pihaknya menolak hasil Pilkades. Karena itu, klaim Supriyanto, warga menolak pelantikan calon kades terpilih atas nama Sabar oleh bupati. Rencananya, pelantikan kades terpilih dilakukan pada Senin (11/12).

Apa dasar sebagian warga menolak terpilihnya Sabar sebagai kades? Rupanya, Sabar dituding telah melanggar kesepakatan bersama. Yaitu, tidak melakukan politik uang. Diduga, kades terpilih melakukan politik uang dan saat ini sedang menjalani proses hukum. “Kami di sini ingin mencari keadilan, kami telah mencoba berkomunikasi dengan bupati, namun dengan jawaban bupati, kami tidak puas,” ucap Supriyanto.

Tuntutan lain, warga meminta Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) untuk membuat surat penolakan pelantikan kades terpilih kepada DPRD dan bupati. Namun, pihak BPD menolak. BPD menyarankan untuk mengajukan surat penolakan tersebut atas nama 3 calon kades yang kalah ke DPRD dan bupati.

Bagaimana tanggapan Camat Pituruh? Selaku camat, Sigit Setyabudi menyampaikan, sejak awal proses penetapan hingga penghitungan suara, semuanya telah dilewati sesuai prosedur. “Namun belakangan terdapat kesepakatan yang dilanggar oleh satu calon. Dan ini konteksnya pelanggaran kesepakatan. Dan, sekarang proses ini sudah dilaporkan ke pihak berwajib.”

Wakil Komisi A, Eko Yanuar, berjanji akan mempelajari kasus tersebut dan memfasilitasi penyelesaiannya. “Jika sudah ada perjanjian, maka tidak boleh dilanggar. Jika ada yang melakukan politik uang, berarti itu pelanggaran. Namun, hal ini tentunya akan kami pelajari dan kami laporkan dulu ke pimpinan dan akan kami bantu penyelesaiannya.” (jpg/isk)