33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Demo, Warga Tolak Pelantikan Kades

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

PURWOREJO—Puluhan warga Kalikotes yang kecewa dengan hasil Pilkades, Jumat (8/12) kemarin, menggeruduk gedung DPRD. Hal itu mereka lakukan, setelah tidak mendapatkan jawaban memuaskan dari pihak Sekda. Perwakilan massa diterima Wakil Ketua Komisi A DPRD Purworejo, Eko Januar, Sekretaris Komisi A, Toha Mahasin, serta anggota komisi A, Subeno. Camat Pituruh, Sigit Setiabudi, juga turut hadir.

Kordinator aksi, Supriyanto, menyampaikan, Pilkades Kalikotes tidak sah secara yuridis. Karena itu, sejak awal pihaknya menolak hasil Pilkades. Karena itu, klaim Supriyanto, warga menolak pelantikan calon kades terpilih atas nama Sabar oleh bupati. Rencananya, pelantikan kades terpilih dilakukan pada Senin (11/12).

Apa dasar sebagian warga menolak terpilihnya Sabar sebagai kades? Rupanya, Sabar dituding telah melanggar kesepakatan bersama. Yaitu, tidak melakukan politik uang. Diduga, kades terpilih melakukan politik uang dan saat ini sedang menjalani proses hukum. “Kami di sini ingin mencari keadilan, kami telah mencoba berkomunikasi dengan bupati, namun dengan jawaban bupati, kami tidak puas,” ucap Supriyanto.

Tuntutan lain, warga meminta Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) untuk membuat surat penolakan pelantikan kades terpilih kepada DPRD dan bupati. Namun, pihak BPD menolak. BPD menyarankan untuk mengajukan surat penolakan tersebut atas nama 3 calon kades yang kalah ke DPRD dan bupati.

Bagaimana tanggapan Camat Pituruh? Selaku camat, Sigit Setyabudi menyampaikan, sejak awal proses penetapan hingga penghitungan suara, semuanya telah dilewati sesuai prosedur. “Namun belakangan terdapat kesepakatan yang dilanggar oleh satu calon. Dan ini konteksnya pelanggaran kesepakatan. Dan, sekarang proses ini sudah dilaporkan ke pihak berwajib.”

Wakil Komisi A, Eko Yanuar, berjanji akan mempelajari kasus tersebut dan memfasilitasi penyelesaiannya. “Jika sudah ada perjanjian, maka tidak boleh dilanggar. Jika ada yang melakukan politik uang, berarti itu pelanggaran. Namun, hal ini tentunya akan kami pelajari dan kami laporkan dulu ke pimpinan dan akan kami bantu penyelesaiannya.” (jpg/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

PDAM Bangun Jaringan ke Pelabuhan

SEMARANG - Rencana PDAM Tirta Moedal Kota Semarang memperluas jaringan pelayanan ke kawasan pelabuhan mendapat dukungan dari PT Pelindo III. Dukungan ditandai dengan penandatanganan...

6 Bulan, Investor BukaReksa Capai 35 Ribu

SEMARANG – Bukalapak resmi meluncurkan Buka Reksa, sebuah fitur reksa dana online pada Januari lalu. Dalam kurun waktu enam bulan, sebanyak 35 ribu investor...

Enjoy Bekerja di Hiburan Malam

RADARSEMARANG.COM - BEKERJA di tempat hiburan malam, membuat Wulan Cahyaningrum merasa nyaman. Sebab, dibanding tempat  kerja sebelumnya, kali ini ia justru merasa  lebih enjoy...

Persiapkan Karate Menuju Olimpiade Jepang 2020

SEMARANG - Sebanyak 266 karateka dari tujuh negara di Asia Tenggara mengikuti Kejuaraan Karate Internasional 6th (SEAKF) Championship tahun 2017  yang digelar di Balairung...

Khawatir Punah, Lestarikan Batik Kudus

RADARSEMARANG.COM - KEKHAWATIRAN akan punahnya Batik Kudus, memantik Yuli Astuti untuk mengangkat kembali warisan budaya ini. Riset motif hingga pendirian sanggar untuk memfasilitasi anak-anak...

Isu SARA Jangan Bikin Pemilih Jadi Bodoh

SEMARANG - Menjelang Pilkada, biasanya muncul 'serangan' yang membidik pasangan calon (paslon). Ada saja isu yang dikembangkan untuk mencoreng nama kandidat. Salah satu contohnya...