831 Orang Kena HIV/AIDS

479
EVALUASI : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Bahrun bersama anggota DPRD berdialog dengan Biro Hukum Pemprov Jateng terkait Raperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS, Jumat (8/12) kemarin. (YERRY NOVEL/RADAR SLAWI/JPG)
EVALUASI : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Bahrun bersama anggota DPRD berdialog dengan Biro Hukum Pemprov Jateng terkait Raperda tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS, Jumat (8/12) kemarin. (YERRY NOVEL/RADAR SLAWI/JPG)

SLAWI-Sebanyak 831 orang di wilayah Kabupaten Tegal terdeteksi penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Mereka berusia anak-anak, remaja, hingga orang tua. Karena itulah, DPRD Kabupaten Tegal tidak lama lagi akan mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS menjadi Peraturan Daerah (Perda).

“Saat ini, raperda sedang dievaluasi di Biro Hukum Pemprov Jateng. Harapan kami, setelah adanya perda ini, jumlah penderita HIV/AIDS akan berkurang,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal Bahrun, Jumat (8/12) kemarin.

Dia menyatakan, raperda inisiatif tersebut telah melalui kajian naskah akademik dengan menggandeng Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Selain itu, telah dilakukan public hearing dengan melibatkan sejumlah pihak terkait. Setelah dibahas DPRD, raperda yang terdiri atas 14 bab dan 40 pasal itu, dievaluasi Biro Hukum Pemprov Jateng. Hal itu dilakukan agar tidak berbenturan dengan aturan di atasnya. “Jika prosedur telah dilalui, maka tinggal disahkan menjadi perda,” ujar politikus PKS itu.

Menurut dia, raperda itu diharapkan bisa mendorong para pegiat HIV/AIDS untuk bisa mendeteksi para penderita. Estimasi penderita HIV/AIDS di Jawa Tengah sekitar 47.514 orang. Sedangkan, estimasi di Kabupaten Tegal sekitar 1.132 orang. Dari jumlah itu, baru terdeteksi 831 orang dengan jumlah rincian untuk penderita HIV 412 orang, dan jumlah AIDS 419 orang. “Semoga hanya segitu saja (yang menderita HIV/AIDS). Kami harus bisa mencegah dan menanggulanginya,” harapnya.

Dia mengungkapkan, Raperda Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS secara garis besar mengatur tentang pencegahan penularan HIV, pencegahan penularan HIV/AIDS pada calon pengantin, pencegahan penularan di tempat kerja, promosi, deteksi dini, penanggulangan, pengobatan dan rehabilitasi, perawatan dan dukungan, serta penanggulangan penyebaran HIV/AIDS dari ibu ke anaknya. “Raperda juga mendorong adanya fasilitas pelayanan kesehatan, SDM, ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan, serta pendanaan,” jelasnya.

Dia berharap dengan terbentuknya Perda Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS bisa dimaksimalkan untuk mendeteksi dini para penderita HIV/AIDS. Selain itu, juga untuk menghentikan penularan HIV/AIDS, sehingga jumlah penderita penyakit mematikan itu tidak terus bertambah. (yer/ima/jpg/ida)

Silakan beri komentar.