66 Pengidap HIV/AIDS Meninggal

464
WASPADA: Pelepasan burung pipit di Taman Tingkir dalam rangka peringatan Hari AIDS di Kota Salatiga, Jumat (8/12). (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WASPADA: Pelepasan burung pipit di Taman Tingkir dalam rangka peringatan Hari AIDS di Kota Salatiga, Jumat (8/12). (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Persoalan HIV/AIDS tidak sebatas terjangkitnya virus mematikan bagi yang terinfeksi, tapi juga menimbulkan stigma negatif dan diskriminasi bagi penderita. Oleh karena itu, masyarakat perlu diajak untuk mengubah paradigma negatif tentang HIV/AIDS sebagai penyakit yang menakutkan. Karena yang perlu dijauhi adalah virusnya, bukan orangnya.

Sekretaris Daerah Kota Salatiga Fakruroji menjelaskan, provinsi di seluruh Indonesia tidak ada yang dinyatakan bebas dari HIV dan AIDS, bahkan diperkirakan saat ini HIV dan AIDS sudah menjangkit di lebih dari 85 persen dari total kabupaten/kota di seluruh Indonesia. “Di Kota Salatiga sendiri, sejak ditemukan kasus HIV pada tahun 1994 hingga Oktober tahun 2017, jumlah kasus HIV/AIDS kumulatif mencapai 248 orang yang terdiri dari 155 laki-laki dan 83 perempuan, dengan jumlah kematian ODHA sebanyak 66 orang,” urai Fakruroji saat membacakan sambutan Wali Kota Salatiga dalam Apel Peringatan Hari AIDS sedunia 2017 tingkat Kota Salatiga di Taman Tingkir, Jumat (8/12).

Ia juga mengajak semua pihak untuk merefleksikan kembali praktik dan kerja, baik pemerintah maupun lembaga nonpemerintah dalam upaya penanggulangan epidemi HIV dan AIDS yang sudah ada di Salatiga lebih dari 20 tahun. “Mari kita bersama-sama tingkatkan kerja keras bersama dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS. Hal ini dimaksudkan agar program pemerintah yang disebut dengan “three zero” (zero HIV infection, zero stigma and discrimination dan zero AIDS related death) atau tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat AIDS, dan tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, akan tercapai pada tahun 2030, demi generasi penerus kita semua,” jelas Fakhruroji.

Ketua Panitia Kegiatan dr Riani menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti oleh setidaknya 700 orang yang terdiri dari LSM, Warga Peduli AIDS (WPA), instansi vertikal, OPD di lingkungan pemkot Salatiga dan juga jajaran Forkopimda. Peringatan ini ditandai dengan pelepasan burung pipit oleh Forkopimda dan juga jalan santai dengan rute dari Taman Tingkir, Jalan Tristis Sari, Jalan Tritis Langgeng, Jalan Argotunggal, Jalan Mardi Utomo dan kembali ke Taman Tingkir. (sas/ton)