Warga Sriwulan Ancam Tidur di Jalan

351
TANGGUL LAUT : Komisi VIII berkunjung ke lokasi rob dan berjanji akan mendorong pemerintah segera membangun tanggul laut di Sayung. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TANGGUL LAUT : Komisi VIII berkunjung ke lokasi rob dan berjanji akan mendorong pemerintah segera membangun tanggul laut di Sayung. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Komisi VIII DPR RI, Kamis (7/12) kemarin melakukan sidak ke lokasi rob di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung. Mereka meninjau kampung tersebut yang tenggelam akibat ganasnya air laut. Hadir dalam kegiatan ini, wakil Ketua Komisi VIII, Noor Ahmad, Purwanto dari BNPB Pusat, BPBD Provinsi Jateng Agus Waluyo, Kepala BPBD Demak Agus Nugroho, Camat Sayung Sugiyanto dan Kades Sriwulan Zamroni.

Kepala BPBD Demak, Agus Nugroho menyampaikan bahwa rob di Demak sudah mengganggu aktivitas masyarakat. Menurutnya, sudah 10 tahun terakhir rob menerjang permukiman warga hingga mengakibatkan 6.712 hektare lahan tenggelam. Selain itu, rob juga menyengsarakan 71.823 jiwa. “Ada 12 desa di wilayah Kecamatan Sayung, Karangtengah, Bonang dan Wedung,” katanya.

Dia menambahkan, rob terparah dalam sejarah terjadi pada 1 Desember lalu. Ketinggian air mencapai 80 sentimeter. “Untuk mengatasi rob ini, sudah diupayakan tanam mangrove, sabuk pantai dan rencananya tol laut,” katanya.

Noor Ahmad dari Komisi VIII DPR RI mengatakan bahwa bencana rob belum dikategorikan bencana. Namun, dampak rob sudah luar biasa. “Kami segera rapat bersama dengan Komisi V bahas rekontruksi wilayah Sayung ini dengan membangun tanggul laut termasuk daerah Genuk,” kata dia.

Menurutnya, masalah rob di Sayung memang harus segera diatasi. Sebab, warga sudah menderita lama. “Kalau terlambat ditangani warga bisa bertransmigrasi serta kemiskinan meluas,” ujarnya.

Kades Sriwulan, Zamroni menegaskan bahwa pembuatan tanggul laut merupakan harga mati . “Jika tidak ada realisasi, warga akan tidur di jalan. Selama ini, kunjungan kerja pejabat hanya sebatas kunjungan kerja. Tidak ada solusi dan realisasi,” katanya. (hib/ida)