SISIR SUNGAI: Tim relawan dibantu warga menyisir sepanjang Kali Progo untuk mencari dua korban hanyut yang belum diketemukan, Kamis (7/12) kemarin. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)
SISIR SUNGAI: Tim relawan dibantu warga menyisir sepanjang Kali Progo untuk mencari dua korban hanyut yang belum diketemukan, Kamis (7/12) kemarin. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)

MUNGKID—Dua dari tiga korban tenggelam di Sungai Progo pada Rabu (6/12) sore, hingga kemarin belum ditemukan. Terkait hal itu, tim gabungan masih melakukan penyisiran. Jumlah personel yang melakukan pencarian sebanyak 150 relawan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan, 150 relawan tersebut berasal dari unsur Basarnas Jawa Tengah, SAR, BPBD, dan Damkar Pemkab Magelang. Selanjutnya, unsur kepolisian, TNI, komunitas relawan, paguyuban rafting, dan masyarakat.

Namun hingga sore Kamis (7/12) kemarin, tim belum mendapatkan titik terang. Selain fokus mencari di sekitar lokasi tenggelamnya tiga bocah tersebut, tim juga menyisir alur Sungai Progo hingga wilayah Ancol di Kulonprogo.

“Tim kami sebar ke beberapa titik. Kami juga menggunakan beberapa perahu rafting dari paguyuban rafting Magelang untuk pencarian hari kedua ini.”

Edi Susanto menambahkan, ada 12 perahu karet dan peralatan evakuasi untuk menunjang pencarian. BPBD juga menunggu tim penyelam yang akan membantu proses pencarian korban.  “Tim penyelam akan kita pusatkan di daerah yang dalam.”

Dikatakan, Sungai Progo memiliki arus yang deras. Informasi terakhir, pada saat kejadian, di wilayah Temanggung sedang turun hujan deras. “Sehingga diperkirakan debit air akan meningkat.”

Edi meminta masyarakat—utamanya para orang tua—untuk meningkakan pengawasan terhadap anak-anaknya. Dengan kondisi sungai yang sedang banjir, anak-anak sebaiknya tidak bermain di daerah aliran sungai, karena bisa membahayakan keselamatan mereka. Proses pencarian akan terus kami lakukan hingga dua-tiga hari kedepan. Setelah itu akan kita evaluasi. Jika belum ditemukan, apakah akan diteruskan atau bagaimana, kita akan lihat lagi,” tegas Edi.

Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, ikut memantau proses pencarian. “Kami hanya membantu teman-teman BPBD dan relawan saja. Prinsip apa yang bisa kami bantu untuk menemukan dua korban tenggelam yang belum ditemukan ini, kami akan siapkan.” Polres mengerahkan 20 anggota. “Mereka ada yang ikut menyisir menggunakan perahu, ada juga yang berjaga-jaga di beberapa titik.”

Diperoleh informasi, tiga bocah warga Desa Kalinegoro, tenggelam saat bermain di Sungai Progo, Rabu (06/12) pukul 14.00. Seorang di antaranya, Ultan Arya, 11, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad Arya mengapung tak jauh dari lokasi kejadian. Malamnya, korban dimakamkan.

Dua korban tenggelam yang belum ditemukan bernama M. Farhan Pratama, 11, warga Dusun Kelipan, Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan; dan Ulum Munafis, 11, warga Jalan Salak Nomor 4 Perum Kalinegoro. Selain tiga korban, sebenarnya ada lima anak lain yang juga bermain di sungai. Namun mereka berhasil selamat, karena hanya bermain di tepian. Salah satunya, Arfani. (vie/isk)