DIMUSNAHKAN: Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo saat memusnahkan 800 gram sabu dengan cara dilarutkan dengan air deterjen dan solar. (FADHILATUL MUKAROMAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIMUSNAHKAN: Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo saat memusnahkan 800 gram sabu dengan cara dilarutkan dengan air deterjen dan solar. (FADHILATUL MUKAROMAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG- Sabu seberat 800 gram dimusnahkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Kamis (7/12). Barang bukti milik tersangka Dedi Kenia Setiawan, 42, warga Susukan, Kabupaten Semarang ini ditaksir senilai Rp 1,2 miliar.

Sebelum dimusnahkan, petugas Kaur Labfor Narkoba BNNP Jateng, Kompol Ibnu Suharto, membuka empat bungkus serbuk putih, dan mengambil beberapa gram untuk dilakukan uji laboratorium. Uji lab ini untuk memastikan serbuk dalam bungkusan yang akan dimusnahkan tersebut adalah sabu.

Setelah hasil laboratorium dipastikan sabu, selanjutnya serbuk putih yang dikemas dalam empat bungkus seberat 751,06 gram tersebut dimusnahkan dengan cara dilarutkan bersama deterjen dan solar di dalam sebuah ember berisi air. Setelah larut dan tidak terbentuk, cairan putih tersebut dibuang ke toilet disaksikan Dedi Kenia Setiawan, dan seorang narapidana yang mengendalikan barang haram tersebut dari dalam Lapas Kelas II A Pekalongan bernama Christian Jaya Kusuma alias Sancai, 38.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo mengatakan, pemusnahaan barang bukti ini dilakukan  sudah diatur dalam undang-undang. Tindakan ini juga sebagai bentuk perlawanan terhadap peredaran narkoba yang ada di wilayah hukumnya. “Sebelum dimusnahkan, kita menyisihkan 60,88 gram untuk alat bukti di persidangan,” katanya saat kegiatan pemusnahan di Kantor BNNP Jateng.

Agus membeberkan, barang tersebut merupakan hasil pengungkapan sabu 800 gram di pertigaan Patung Diponegoro, Jalan Setiabudi, Banyumanik, Rabu (8/11) lalu. Sabu kiriman dari Aceh tersebut disembunyikan oleh tersangka Dedi di dalam dua pasang sandal wanita.
“Barang itu dibawa Dedi di dalam kantong plastik warna biru muda yang di dalamnya terdapat dua pasang sandal wanita. Empat bungkus sabu ini disembunyikan di balik telapak sandal itu,” bebernya.

Setelah ditangkap dan dilakukan pengembangan, tersangka Dedi mengaku mendapat perintah dari seorang napi di Lapas Pekalongan bernama Cristian Jaya Kusuma atau Sancai. Dedi juga mengakui mengambil sabu itu dari sebuah hotel di dekat Bandara Ahmad Yani dan akan diedarkan.
“Kami sedang selidiki dari mana, karena ini bisa lolos dari bandara. Mungkin yang membawa memasukkan di dalam sandal perempuan atau sandal wedges dan memakainya, sehingga tidak terdeteksi metal detektor,” ujarnya.

Tersangka Sancai yang dicecar pertanyaan hanya mengangguk dan mengakui hal tersebut. Pria yang sebelumnya berprofesi sebagai pengusaha onderdil alat berat tersebut juga mengakui membeli barang tersebut mencapai ratusan juta. “Belinya Rp 800 juta, lalu saya jual per gram Rp 1,5 juta,” katanya.

Terkait beredarnya informasi adanya penyuapan yang dilakukan tersangka Sancai melalui oknum polisi kepada petugas BNNP Jateng, Agus tidak membantah. “Saya kira memang teman-teman sudah meliput itu (dugaan suap), yang pasti memang disita uang sebesar Rp 450 juta. Kronologinya ya memang ada penyuapan dari oknum terkait. Penanganan selanjutnya kami serahkan kepada Polda Jateng yang mendalami,” bebernya.

Para tersangka akan dijerat pasal 114 ayat 2, subsider pasal 112 ayat 2, subsider pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati. Tersangka Sancai akan dijerat pasal 144 tentang pengulangan perbuatan narkotika selama dalam masa penahanan dengan hukuman ditambah 1/3 dari hukuman biasa. (mha/aro)