Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang
Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang

“Agar lebih cepat. Januari sudah ada pemenangnya, proyek bisa langsung jalan,”

Alwin Basri, Ketua Komisi D DPRD Jateng

SEMARANG – Guna meminimalisir risiko gagal proyek, kalangan DPRD Jateng meminta Pemprov segera mempersiapkan lelang. Harapannya, sejak Januari nanti sudah ada pemenang lelang proyek yang akan dikerjakan tahun 2018.

Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basri menuturkan, setidaknya dalam akhir Desember 2017 ini, Pemprov Jateng sudah membuka lelang. “Agar lebih cepat. Januari sudah ada pemenangnya, proyek bisa langsung jalan,” tegasnya, Kamis (7/12).

Mengenai pengawasan, lanjutnya, legislatif juga memiliki waktu yang longgar untuk mengecek satu persatu setiap proyek yang ada. “Ini supaya proyek yang dihasilkan benar-benar berkualitas. Tidak asal jalan saja,” imbuhnya.

Di sisi lain, politikus PDI Perjuangan ini mengungkapkan, tahun 2018 mendatang, DPRD Jateng telah menyetujui pengurangan anggaran infrastruktur yang diajukan oleh Pemprov. Akan tetapi, pengurangan anggaran tersebut diharapkan tetap mempertahankan kualitas pembangunan maupun perawatan.

Pada 2014 lalu, untuk pembangunan infrastruktur jalan dialokasikan sebesar Rp 500 miliar, tahun 2015 sebesar Rp 800 miliar, tahun 2016 sebesar Rp 1,2 triliun, tahun 2017 sebesar Rp 2,1 triliun, dan tahun 2018 dialokasikan Rp 800 miliar. “Kualitas harus tetap sama, jangan sampai menurunkan kualitas,” tandasnya.

Yang jelas, sasaran utama pembangunan infrastruktur tersebut sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah jalan perbatasan antar provinsi, jalan pariwisata, koneksi ke jalan nasional, dan jalan jalur lingkar selatan, harus sudah terpenuhi semua. “Sebab anggarannya kan sebelumnya sangat lebih,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Bambang NK mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk melakukan lelang proyek lebih awal. Bahkan pada 10 Desember 2017 dipastikan sudah akan diumumkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) APBD 2018. “Proses lelang kita memang lebih awal,” katanya.

Mengenai pengerjaan proyek infrastruktur jalan tahun 2017, akan ditutup pada 12 Desember mendatang. Meskipun sesuai peraturan gubernur, paling lambat adalah 20 Desember 2017. “Kami semua sudah tercapai 100 persen,” katanya.

Sementara progres pembangunan seluruh jalan provinsi, dari total sepanjang 2.404.741 kilometer, sejumlah 88,90 persen dalam kondisi sangat baik. Jalan yang sudah dibeton ada 567,676 kilometer, yang dilebarkan sudah sepanjang 1.001.618 kilometer.

Capaian itu, menurut Bambang, sudah melampui RPJMD 2018 yakni sejumlah 89,6 persen. Sehingga, untuk tahun 2018, akan dimaksimalkan pada perawatan dan pelebaran jalan. “Tahun depan, kami akan prioritaskan hanya di pemeliharaan untuk menuju jalan yang mantap,” ujarnya.

Dijelaskan, saat ini pemprov juga telah memiliki Perda nomor 8 tahun 2016 tentang standarisasi jalan. Perda tersebut mengamanatkan bahwa jalan provinsi minimal memiliki lebar 7 meter, memiliki drainase, dan fasilitas penunjang lainnya.

“Jadi mulai 2018 kita akan mulai kerjakan amanat Perda itu. Sebab jalan provinsi yang di bawah 7 meter ada 80 persen. Pelebaran jalan ini juga akan jadi prioritas lima tahun ke depan,” ungkapnya. (amh/ric)