33 C
Semarang
Jumat, 3 Juli 2020

Pemprov Didorong Percepat Lelang

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

“Agar lebih cepat. Januari sudah ada pemenangnya, proyek bisa langsung jalan,”

Alwin Basri, Ketua Komisi D DPRD Jateng

SEMARANG – Guna meminimalisir risiko gagal proyek, kalangan DPRD Jateng meminta Pemprov segera mempersiapkan lelang. Harapannya, sejak Januari nanti sudah ada pemenang lelang proyek yang akan dikerjakan tahun 2018.

Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basri menuturkan, setidaknya dalam akhir Desember 2017 ini, Pemprov Jateng sudah membuka lelang. “Agar lebih cepat. Januari sudah ada pemenangnya, proyek bisa langsung jalan,” tegasnya, Kamis (7/12).

Mengenai pengawasan, lanjutnya, legislatif juga memiliki waktu yang longgar untuk mengecek satu persatu setiap proyek yang ada. “Ini supaya proyek yang dihasilkan benar-benar berkualitas. Tidak asal jalan saja,” imbuhnya.

Di sisi lain, politikus PDI Perjuangan ini mengungkapkan, tahun 2018 mendatang, DPRD Jateng telah menyetujui pengurangan anggaran infrastruktur yang diajukan oleh Pemprov. Akan tetapi, pengurangan anggaran tersebut diharapkan tetap mempertahankan kualitas pembangunan maupun perawatan.

Pada 2014 lalu, untuk pembangunan infrastruktur jalan dialokasikan sebesar Rp 500 miliar, tahun 2015 sebesar Rp 800 miliar, tahun 2016 sebesar Rp 1,2 triliun, tahun 2017 sebesar Rp 2,1 triliun, dan tahun 2018 dialokasikan Rp 800 miliar. “Kualitas harus tetap sama, jangan sampai menurunkan kualitas,” tandasnya.

Yang jelas, sasaran utama pembangunan infrastruktur tersebut sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah jalan perbatasan antar provinsi, jalan pariwisata, koneksi ke jalan nasional, dan jalan jalur lingkar selatan, harus sudah terpenuhi semua. “Sebab anggarannya kan sebelumnya sangat lebih,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Bambang NK mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk melakukan lelang proyek lebih awal. Bahkan pada 10 Desember 2017 dipastikan sudah akan diumumkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) APBD 2018. “Proses lelang kita memang lebih awal,” katanya.

Mengenai pengerjaan proyek infrastruktur jalan tahun 2017, akan ditutup pada 12 Desember mendatang. Meskipun sesuai peraturan gubernur, paling lambat adalah 20 Desember 2017. “Kami semua sudah tercapai 100 persen,” katanya.

Sementara progres pembangunan seluruh jalan provinsi, dari total sepanjang 2.404.741 kilometer, sejumlah 88,90 persen dalam kondisi sangat baik. Jalan yang sudah dibeton ada 567,676 kilometer, yang dilebarkan sudah sepanjang 1.001.618 kilometer.

Capaian itu, menurut Bambang, sudah melampui RPJMD 2018 yakni sejumlah 89,6 persen. Sehingga, untuk tahun 2018, akan dimaksimalkan pada perawatan dan pelebaran jalan. “Tahun depan, kami akan prioritaskan hanya di pemeliharaan untuk menuju jalan yang mantap,” ujarnya.

Dijelaskan, saat ini pemprov juga telah memiliki Perda nomor 8 tahun 2016 tentang standarisasi jalan. Perda tersebut mengamanatkan bahwa jalan provinsi minimal memiliki lebar 7 meter, memiliki drainase, dan fasilitas penunjang lainnya.

“Jadi mulai 2018 kita akan mulai kerjakan amanat Perda itu. Sebab jalan provinsi yang di bawah 7 meter ada 80 persen. Pelebaran jalan ini juga akan jadi prioritas lima tahun ke depan,” ungkapnya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Peras Kades, 3 Oknum Wartawan Dipolisikan 

BATANG - Tiga orang yang mengaku wartawan dari media tabloid mingguan Mitra Pos, digelandang ke Sat Reskrim Polres Batang. Mereka di bawah oleh perkumpulan...

Komunikasi Intim, Sukseskan Pendikel

RADARSEMARANG.COM - KEBUTUHAN Komunikasi pada setiap individu merupakan kebutuhan yang sangat vital dalam kehidupannya. Komunikasi antara orang tua dan anak dapat dipandang sebagai suatu...

4 Tersangka Narkoba Huni Sel Polres

DEMAK-Empat tersangka narkoba jenis sabu sabu ditangkap aparat Satnarkoba Polres Demak. Mereka adalah Hadi Priyono, 26, dan Latif, 23, warga RT 7 RW 5,...

Canangkan Program Demak Bebas Sampah

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Demak menargetkan pada tahun 2025 Kota Wali bisa bebas dari sampah.  Untuk mencapai target itu, maka setiap...

Pangdam Jadikan Museum, Ikon Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Museum Mandala Bahkti milik Kodam IV Diponegoro yang selama ini terkesan kuno dan kumuh, kini terus dibenahi. Rencananya akan dilengkapi dengan penataan lampu...

Karyawan RSI NU Ngaji Sufi Bersama Maulana Syekh Mustofa

DEMAK- Karyawan Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSI NU) Demak kemarin menggelar ngaji bersama Maulana Syeh Mustafa Mas’ud, guru Sufi dari kalangan NU. Pengajian...