Pembunuh Dewi Astuti Dituntut 13 Tahun Penjara

194

SEMARANG – Pembunuh Dewi Astuti yang tidak lain adalah selingkuhan sendiri terdakwa Erwin Yogo Cahyono dituntut hukuman 13 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (7/12).

Dihadapan majelis hakim yang dipimpin Pudji Widodo, JPU Kejari Kota Semarang, Dadang Suryawan menyatakan, sesui fakta sidang terdakwa Erwin terbukti bersalah melakukan pembunuhan sebagaimana Pasal 338 KUHP

“Terbukti sesuai dakwaan subsidair melanggar Pasal 338 KUHP. Menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Erwin selama 13 tahun penjara,” kata Dadang.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Aris W langsung mengajukan pembelaan tertulisnya. Dalam pokoknya, terdakwa meminta keringanan hukuman. Sidang perkara Erwin akan dilanjutkan pekan depan beracara tanggapan JPU atas pembelaan terdakwa. “Pekan depan kami ajukan repliknya,” sebut Dadang.

Duda beranak satu ini nekat menghabisi nyawa Dewi Astuti,27, di kontrakannya jalan Genuk Krajan RT 03 RW 04 Kelurahan Tegalsari Kecamatan Candisari Kota Semarang, Selasa (15/8/2017) sekitar pukul 16.30. Kemudian mayat Dewi dibuang di kawasan Pawiyatan Luhur, Bendan Ngisor Kecamatan Gajahmungkur, Selasa (15/8/2017) malam.

Saat diperiksa kepolisian, Erwin si penjual beras itu juga mengaku aktif di LSM yang rajin sosialisasi bahaya narkoba serta bagikan sembako gratis. Erwin mengaku mengenal Dewi dikenalkan oleh temannya. Awalnya, dia tidak mengetahui bahwa Dewi masih memiliki suami. Karena saat dikenalkan dengan Erwin, Dewi mengaku sudah cerai dengan suaminya.

Dalam pengakuannya, Erwin geram kepada korban karena BPKB motor miliknya digadaikan. Hal itu menyebabkan dia tidak beraktivitas.”Dia tidak tahu diri. BPKB saya di take over (agunkan) sebesar Rp 5 juta dan uangnya dibawanya Rp 2 juta,” katanya saat itu.

Menurut Erwin, koban menggadaikan BPKB motornya dengan alasan ayah Dewi masuk rumah sakit. Saat itu Dewi mengeluh tidak punya uang untuk membiayai ayahnya. Namun, selama hampir 8 bulan angsuran yang dibayarkan korban hanya tiga bulan. Saat, berangkat kerja dirinya dipepet oleh Debt Collector dan motornya disita. Erwin juga mengaku sangat mencintai korban. Namun sebaliknya korban tidak mengetahui kondisinya saat ini.

Dikatakannya, alasan membuang korban di Pawiyatan Luhur karena kondisinya sepi dan dekat dengan kontrakan yang ditempatinya. Mayat korban dibungkus pakai plastik besar kemudian dimuat pakai sepeda motor. Saat buang mayat itu pelaku ajak anaknya yang masih bawah umur. (jks/bas)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here