Maksimalkan Potensi Air Terjun

Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh

403
POTENSI WISATA: Air terjun di desa Dadapayam menawarkan kesejukan alami dan pemandangan yang masih asri. Terlebih masih banyak dijumpai kera di Desa ini.
POTENSI WISATA: Air terjun di desa Dadapayam menawarkan kesejukan alami dan pemandangan yang masih asri. Terlebih masih banyak dijumpai kera di Desa ini.

SURUH – Desa Dadapayam memiliki sejumlah potensi alam yang akan dikembangkan menjadi wisata. Potensi tersebut adalah  air terjun Gedad, dan air terjun Sabrangan. Potensi air terjun ini, oleh warga setempat sudah dikelola dan didatangi oleh sejumlah pengunjung.

Namun, sayangnya karena bersifat musiman, pemeliharaan wisata ini selalu menghadapi kendala ketika datang musim kemarau. ”Ya airnya surut, dan harus dibersihkan kembali kalau mau membuka lagi pas musim hujan datang,” jelas Harkam, Kaur Perencanaan Desa Dadapayam.

Harkam (IST)
Harkam (IST)

Selain dilengkapi dengan pemandangan alam yang masih asri, dikatakan oleh Harkam, di Desa Dadapayam masih banyak terdapat kera. Sehingga, air terjun ini memang memiliki potensi untuk dikembangkan layaknya air terjun yang ada di daerah lain.”Itu sudah dikelola oleh pemuda desa Dadapayam. Pembangunannya saat ini memang masih fokus ke yang air terjun Gedad,” jelasnya

Dia menambahkan, dengan dibukanya wisata ini, selain menarik tenaga kerja juga membuka lapangan usaha bagi warga setempat, yakni dengan adanya penjual makanan dan minuman. Akses menuju lokasi air terjun, kata Harkam, masih berupa lintasan yang masih alami.

Dengan sedikit penataan, maka pengunjung akan dipermudah untuk menuju ke tempat yang menawarkan kenyamanan yang alami ini.

”Dari Desa memang mau bikin akses jalan, sehingga pengunjung bisa lebih mudah. Tapi masih dalam tahap musyawarah karena pembangunan jalan ini melewati tanah milik pribadi juga,” jelasnya didampingi sejumlah perangkat Desa lainya.

Selain air terjun, terdapat satu potensi  lagi yang dikenal dengan sebutan Curi Buthak. Sebuah batu menjulang tinggi dengan pemandangan yang sangat bagus. ”Untuk yang Curi Buthak ini bagusnya justru pas musim kemarau. Karena batunya itu bisa tampak seperti orang,” ujar Edi Susanto, kaur Kesra desa Dadapayam.

Pemandangan ini menurut Angga, warga Desa Beji kecamatan Suruh memang bagus, terlebih untuk berfoto. Angga mengatakan, dirinya sempat berfoto untuk  keperluan prewedding bersama temannya di Curi Buthak ini. ”Tapi kalau musim penghujan seperti ini licin. Lebih baik dan lebih bagus itu pas musim kemarau,” ujar Angga kepada Jawa Pos Radar Semarang. (cr4/bas)