Poppy Monica. (ADENNYAR WYACAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
Poppy Monica. (ADENNYAR WYACAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

BAGI Poppy Monica menjadi master of ceremony (MC) lebih menantang ketimbang menjadi model. Ya, dara yang akrab disapa Poppy ini sempat menjalani dua pekerjaan, yakni sebagai MC dan model. Namun saat ini ia lebih memilih menjadi MC.

“Saya lebih pilih MC karena lebih menjanjikan, apalagi profesi ini tidak dibatasi usia, beda kalau menjadi model,” ujar dara kelahiran Pati, 22 April 1992 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut Poppy, menjadi seorang pembawa acara atau MC membutuhkan keahlian khusus. Bukan hanya menjual paras ayu ataupun lekuk tubuh yang indah. Namun seorang MC harus memiliki kecerdasan, sikap serta tingkah laku yang baik pula.

“Jadi MC harus punya wawasan luas, tahu produk knowledge. Serta harus mampu menciptakan suasana menjadi asyik, itulah mengapa saya memilih menjadi MC,” tuturnya.

Poppy mengaku, profesi yang sudah ditekuni selama 5 tahun terakhir ini didapatkan dari latihan keras. Salah satu pengalaman buruk yang tidak pernah ia lupakan selama berkarir menjadi MC adalah saat dirinya kesulitan membawa audiens untuk menikmati acara yang dibawakan.

“Saat itu, saya pengin nangis, karena audiensnya cenderung diem dan cuek. Padahal berbagai cara sudah saya lakukan agar acaranya meriah. Salah satunya mengajak audiens untuk tanya jawab dan bercanda,” kenang dara yang mengaku masih lajang ini. (den/aro)