33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Gelar Doa Bersama untuk Bangsa

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Peringatan se-jit (HUT) Yang Mulia Bunda Bumi (Te Bo) di klenteng Low Lie Bio (kebun Jeruk) di gelar dengan khusyuk dan meriah. Tidak hanya dengan upacara sembayangan, namun juga digelar doa bersama untuk bangsa.

Perayaan yang rutin digelar setiap tahun ini,   diawali dengan doa bersama seraya melantunan parita-parita suci sebagai wujud puja-puji kepada para Suci yang berkumandang di kelenteng yang terletak di lereng Bukit Panjangan. Prosesi tersebut dipimpin oleh Pandita Dharma Amaro dengan didampingi para locu.

Menurut Wakil Ketua Yayasan Klenteng Low Lie Bio Untung Cahyadi, Keberdaan Yang Mulia Bunda Bumi (Te Bo/Di Mu) mengemban tugas yang besar dialam semesta. Dalam konsep agama Hindu juga disebut Dewi Laksmi yaitu Dewi Kebijaksanaan, Kesuburan, Kemakmuran, Keadilan, Keberuntungan, Kekayaan, dan Kecantikan.

Bahkan didaratan Tiongkok semenjak jaman Dinasti Han, pemujaan terhadap Bunda Bumi merupakan upacara penting kerajaan. “Di Tiongkok dan Taiwan terdapat Tian Di Tang atau Klenteng Langit Bumi, dengan altar pemujaan terhadap Thian Kong (Tian Fu) dan Te Bo (Di Mu),” ungkap usai upacara sembayangan, Senin (4/12) malam kemarin.

Pemujaan terhadap Te Bo di Indonesia, lanjut Untung Cahyadi, tidak banyak dilakukan dan juga jarang karena sebagain umat Tridharma tidak mengatahuinya. “Ada yang salah presepsi, menganggap Bunda Bum/ Te Bo/ Di Mu sebagai Tu Di Bo, Pasangan dari Tu Di Gong (Dewa Bumi). Hal itu dikarenakan pemujaan terhadapnya jarang dijumpai,” jelasnya.

Sekretaris Yayasan, Oktaviani Samudra menambahkan, prosesi yang diikuti oleh umat Tri Dharma dari berbagai daerah, ini juga digelar doa untuk untuk bangsa Negara, agar para pemimpin dapat mengemban tugas dengan baik sehingga rakyatnya dapat hidup makmur, damai dan sentosa.

“Kita selaku umat Tri Dharma juga berdoa untuk bangsa khususnya untuk Jawa Tengah, berharap agar pilkada 2018 nanti siapapun yang terpilih sebagai kepala daerah bisa menganyomi warganya, serta memajukan perekonomian di daerahnya dalam rangka mensejahterakan warga Jateng khususnya,” imbuhnya.

Usai upacara yang dilaksanakan pukul 19.00, para umat kembali mengadakan upacara kebesaran tepat pukul 00.00. sekaligus sebagai penutup seluruh rangkaian upacara peringatan HUT Bunda Bumi (Te Bo). (dit/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemkot Raih Penghargaan PR Indonesia Award

SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang memperoleh penghargaan sebagai pemenang Public Relations (PR) Indonesia Award 2017 kategori Media Relations Regional Jawa dalam kompetisi kehumasan atau...

Dikaji, Angkutan Masal Berbasis Rel

SEMARANG- Dinas Perhubungan Kota (Dishub) Kota Semarang akan terus mencari solusi atas persoalan kamacetan lalu lintas di Kota Semarang. Di antaranya, dengan memaksimalkan penataan...

Dede Buktikan Support Olahraga Jateng

SEMARANG - PSIS Semarang memberikan apresiasi kepada Dede Indra Permana Sudiro yang maju menjadi bakal calon wakil gubernur Jateng dalam konstalasi Pemilihan Kepala Daerah...

Anda Manchunian, Menginaplah di HHP

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Bagi yang merasa sebagai fans fanatik klub sepakbola Manchester United atau biasa disebut Manchunian, menginaplah di Hotel Horison Pekalongan (HHP). Dengan...

Salurkan Raskin Jatah Desember

TEMANGGUNG – Keluarga penerima manfaat (KPM) beras sejahtera (rastra) atau yang lebih dikenal dengan sebutan raskin alias beras miskin, bisa tersenyum lega. Sebab, penyaluran...

Jaga Kerukunan dengan Kirab Merah Putih

BATANG-Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menggelar berbagai macam kegiatan. Salah satunya Kirab Merah Putih, sebagai bentuk dukungan kepada Negara...