KHUSYUK: Umat Tri Dharma usai menggelar upacara peringatan HUT, khusyuk berdoa didepan altar Bunda Bumi (Te Bo/Di Mu). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KHUSYUK: Umat Tri Dharma usai menggelar upacara peringatan HUT, khusyuk berdoa didepan altar Bunda Bumi (Te Bo/Di Mu). (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Peringatan se-jit (HUT) Yang Mulia Bunda Bumi (Te Bo) di klenteng Low Lie Bio (kebun Jeruk) di gelar dengan khusyuk dan meriah. Tidak hanya dengan upacara sembayangan, namun juga digelar doa bersama untuk bangsa.

Perayaan yang rutin digelar setiap tahun ini,   diawali dengan doa bersama seraya melantunan parita-parita suci sebagai wujud puja-puji kepada para Suci yang berkumandang di kelenteng yang terletak di lereng Bukit Panjangan. Prosesi tersebut dipimpin oleh Pandita Dharma Amaro dengan didampingi para locu.

Menurut Wakil Ketua Yayasan Klenteng Low Lie Bio Untung Cahyadi, Keberdaan Yang Mulia Bunda Bumi (Te Bo/Di Mu) mengemban tugas yang besar dialam semesta. Dalam konsep agama Hindu juga disebut Dewi Laksmi yaitu Dewi Kebijaksanaan, Kesuburan, Kemakmuran, Keadilan, Keberuntungan, Kekayaan, dan Kecantikan.

Bahkan didaratan Tiongkok semenjak jaman Dinasti Han, pemujaan terhadap Bunda Bumi merupakan upacara penting kerajaan. “Di Tiongkok dan Taiwan terdapat Tian Di Tang atau Klenteng Langit Bumi, dengan altar pemujaan terhadap Thian Kong (Tian Fu) dan Te Bo (Di Mu),” ungkap usai upacara sembayangan, Senin (4/12) malam kemarin.

Pemujaan terhadap Te Bo di Indonesia, lanjut Untung Cahyadi, tidak banyak dilakukan dan juga jarang karena sebagain umat Tridharma tidak mengatahuinya. “Ada yang salah presepsi, menganggap Bunda Bum/ Te Bo/ Di Mu sebagai Tu Di Bo, Pasangan dari Tu Di Gong (Dewa Bumi). Hal itu dikarenakan pemujaan terhadapnya jarang dijumpai,” jelasnya.

Sekretaris Yayasan, Oktaviani Samudra menambahkan, prosesi yang diikuti oleh umat Tri Dharma dari berbagai daerah, ini juga digelar doa untuk untuk bangsa Negara, agar para pemimpin dapat mengemban tugas dengan baik sehingga rakyatnya dapat hidup makmur, damai dan sentosa.

“Kita selaku umat Tri Dharma juga berdoa untuk bangsa khususnya untuk Jawa Tengah, berharap agar pilkada 2018 nanti siapapun yang terpilih sebagai kepala daerah bisa menganyomi warganya, serta memajukan perekonomian di daerahnya dalam rangka mensejahterakan warga Jateng khususnya,” imbuhnya.

Usai upacara yang dilaksanakan pukul 19.00, para umat kembali mengadakan upacara kebesaran tepat pukul 00.00. sekaligus sebagai penutup seluruh rangkaian upacara peringatan HUT Bunda Bumi (Te Bo). (dit/bas)