Desa Penghasil Cengkeh

Desa Gebugan, Kecamatan Bergas

1119
TANAM CENGKEH : Hampir di setiap rumah di dusun Lempuyangan terdapat pohon cengkeh dengan ukuran yang cukup besar. Ke depan, Desa ini ditargetkan untuk bisa menjadi pusat produksi cengkeh di Jawa Tengah
TANAM CENGKEH : Hampir di setiap rumah di dusun Lempuyangan terdapat pohon cengkeh dengan ukuran yang cukup besar. Ke depan, Desa ini ditargetkan untuk bisa menjadi pusat produksi cengkeh di Jawa Tengah

BERGAS – Desa Gebugan terkenal dengan hasil perkebunan berupa cengkeh. Bahkan kualitas cengkeh yang bagus telah mengantarkan Desa ini ke beberapa perlombaan. Kusdi, kaur Keuangan Desa Gebugan mengatakan bahwa cengkeh di Desa ini memang berbeda dengan yang ada di tempat lain.

Ia menyebutkan sedikitnya dua perbedaan yang ada yaitu dalam hal berat, cengkeh di Desa Gebugan setiap 3 kg cengkeh bisa menghasilkan 1 kg cengkeh kering. ”Kalau di tempat lain bisa lebih. Bisa sampai 3 seperempat atau lebih lagi,” jelasnya.

Sementara itu hal yang juga membedakan dengan cengkeh yang lain adalah dalam hal ukuran pohon. Kusdi mengatakan, pohon cengkeh di desa ini berukuran lebih besar jika dibandingkan di tempat lain.

Tri Agus (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Tri Agus (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG) #JawaPos #RadarSemarang #BacaKoran #BacaBerita

Selain berukuran besar, pohon cengkeh di desa ini juga tidak mudah mati. ”Mungkin karena faktor tanah dan kemiringan tanah, mungkin itu. Kemudian  karena perawatannya juga,” kata dia.

Diceritakan oleh Kusrin, adanya hasil perkebunan berupa cengkeh ini telah memberdayakan masyarakat sekitar desa Gebugan. Ke depan, Pemerintah Desa ingin agar Desa Gebugan bisa menjadi Desa pembibitan cengkeh di Jawa Tengah mengingat beberapa prestasi sudah dikoleksi oleh Desa ini.”Kemarin juara 1 lomba di Jateng. Desa ini sudah mendapat predikat Desa pembibitan benih tingkat Nasional,” bebernya.

Ditambahkan oleh Tri Agus Kaur umum, di desa ini terdapat sekitar 20an hektar perkebunan rakyat yang ditanami cengkeh. Cengkeh di desa ini mengalami kejayaan sekitar tahun 90-an hingga 2010 sebelum akhirnya muncul persoalan yang membuat kualitas sedikit menurun.

”Dulu bagus karena mungkin belum terkontaminasi tanaman pengganggu dan faktor lainnya. Saat ini untuk menanam kita kesulitan. Mungkin karena faktor cuaca juga,” kata dia sembari mengatakan bahwa dua tahun terakhir pohon cengkeh bahkan tidak berbuah karena tingginya curah hujan.

Meskipun demikian, desa ini akan terus mengupayakan agar kejayaan masa lalu dapat terulang kembali. Upaya demi upaya untuk meningatkan kualitas akan terus dilakukan. Sehingga, ke depan Desa Gebugan bisa benar-benar menjadi pusat produksi cengkeh di Jawa tengah. “Tentunya dengan dampak positif kepada warga masyarakat, yakni menopang kegiatan perkonomian,” timpalnya.

Tri Agus menambahkan, nantinya ketika BUMDes sudah terbentuk, tidak menutup kemungkinan akan ada pengelolaan cengkeh ini oleh BUMDes. Dengan demikian, masyarakat juga bisa semakin terberdayakan. ”Sebenarnya pusatnya ada di dusun Lempuyangan. Di sana banyak yang menanam cengkeh,” kata dia. (cr4/bas)