Wali Kota Raih Anugerah Dana Rakca

87
BERKINERJA TERBAIK: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat menerima penghargaan Anugerah Dana Rakca dari Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, kemarin. (ISTIMEWA)
BERKINERJA TERBAIK: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat menerima penghargaan Anugerah Dana Rakca dari Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, kemarin. (ISTIMEWA)

SEMARANG- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, kembali mendapat penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Penghargaan tersebut menjadi apresiasi karena beberapa tahun terakhir dinilai mampu membuat perubahan cukup besar di Kota Semarang.  Di antaranya dalam bidang infrastruktur di berbagai lini, Hendi –sapaan Hendrar Prihadi– dinilai mampu mengubah wajah kota dalam waktu cukup cepat dengan memaksimalkan penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Selain itu, Hendi menyediakan berbagai fasilitas kebutuhan hidup serba gratis. Seperti kesehatan gratis, pendidikan gratis, internet gratis, transportasi gratis hingga rekreasi gratis.

Kesuksesan pengembangan Kota Semarang ini menjadi menarik, karena sebenarnya meskipun merupakan kota metropolitan terbesar ke-5 di Indonesia, tapi anggaran pembangunan yang dimiliki Kota Semarang tak sebanding dengan kota-kota lainnya.

Tercatat, pada 2017, besaran APBD yang dimiliki Pemerintah Kota Semarang hanya sekitar Rp 4,5 triliun, jauh dibanding kota-kota lain yang telah mencapai Rp 6 triliun hingga Rp 8 triliun.

Rabu (6/12) kemarin, bertempat di Istana Negara, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengapresiasi kesuksesan Wali Kota Hendrar Prihadi dengan memberikan penghargaan ‘Anugerah Dana Rakca’.

Anugerah Dana Rakca sendiri merupakan penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada pemerintah daerah yang berkinerja baik dalam aspek pengelolaan keuangan daerah, penyelenggaraan layanan dasar publik, perekonomian daerah, dan kesejahteraan masyarakat.

Pada 2017 ini, hanya ada tiga kota di Indonesia yang menerima penghargaan tersebut, yakni Kota Semarang, Kota Depok, dan Kota Surabaya. Sedangkan untuk kabupaten yang mendapatkan penghargaan tersebut hanya Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Badung.

“Anggaran kita tidak banyak, kalau pola pembangunannya instruktif yang terjadi seperti di waktu-waktu lalu. Hari ini pola pembangunan di Kota Semarang adalah partisipatif, masyarakat yang menginisiasi, kita yang memfasilitasi,” kata Hendi.

Apalagi dukungan pembangunan yang diberikan pemerintah pusat kepada Kota Semarang, semakin memicu semangat. “Masyarakat semakin termotivasi untuk mau berpartisipasi dalam pembangunan,” ujarnya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here