Tumbuhkan Minat Siswa Bercocok Tanam

109
COCOK TANAM: Kegiatan launching tanam padi di polybag yang dilakukan SMAN 2 Kendal di halaman sekolah setempat, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
COCOK TANAM: Kegiatan launching tanam padi di polybag yang dilakukan SMAN 2 Kendal di halaman sekolah setempat, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Untuk menggerakkan siswa cinta pertanian SMAN 2 Kendal menggelar launching penanaman padi dalam polybag. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas siswa dalam dunia pertanian sehingga dapat ikut mensukseskan ketahanan pangan Nasional.

Sedikitnya ada 1007 siswa SMAN 2 Kendal dilibatkan dalam penanaman padi dalam polybag. Selain siswa juga dilibatkan seluruh guru, wali kelas, karyawan, kepala sekolah dan komite sekolah. Penanaman dilakukan dihalaman sekolah setempat secara serentak.

Kepala SMAN 2 Kendal, Yuniasih mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari intruksi Bupati Kendal, Mirna Annisa untuk menggelar penanaman serentak padi jenis gogo di polybag. Yakni sebagai sarana minimnya lahan pertanian dan perkebunan.

“Kegiatan ini juga untuk membekali wawasan siswa akan menamam dan merawat hingga memanen padi. Sehingga penanaman padi di polybag ini bisa diterapkan di halaman rumah serta ditularkan kepada tetangga dan rekan-rekannya,” tuturnya.

Dengan kegiatan tersebut, lanjut Yuniasih, juga untuk menumbuhkan rasa kecintaan siswa terhadap dunia pertanian. Sebab sekarang ini banyak generasi muda yang justru meninggalkan pertanian.

Komite SMAN 2 Kendal, Sutardi memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Menurutnya sudah sewajarnnya jika siswa diajarkan pengetahuan tentang bercocok tanam padi. Sebab padi menjadi penopang utama swasembada pangan di Indonesia. Mengingat beras adalah makanan pokok seluruh masyarakat Indonesia.

Selain itu Indonesia ini merupakan negara agraris, dimana cocok tanam menjadi andalan utama penghasilan rakyat Indonesia. “Sudah sedianya pertanian ini dukung agar teknologinya bisa terus berkembang dan maju. Sehingga hasil panen meningkat, jadi Indonesia ini tidak perlu impor beras dari luar negeri,” tuturnya.

Sutardi menambahkan, untuk hasil panen padi di Kendal sendiri menurutnya sudah surplus. Bahkan Kendal ini tercatat penghasil padi terbaik nomor enam di Jateng. Hasil panen padi juga kualitasnya cukup bagus. “Dengan kegiatan ini, diharapkan nanti bisa membumi sehingga Kendal bisa nomor satu penghasil padi terbaik,” tambahnya.

Bupati Kendal, Mirna Annisa mengaku senang atas respon cepat SMA 2 Kendal atas intruksi yang dilakukannya di Hotel Sae Inn beberapa waktu lalu. “Saya harap tidak hanya SMA 2, tapi semua sekolah di Kendal ini bisa serentak melakukan penanaman padi di Polybag,” tuturnya.

Menurutnya, langkah penanman padi dipolybag menjadi alternatif bagi warga yang bukan petani atau tidak memiliki lahan pertanian. Sebab, banyak masyarakat yang tidak memiliki lahan pertanian. “Dengan polybag ini semua bisa menaman dimanapun, bahkan halaman rumah yang ukurannya sempit,” tambahnya. (bud/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here