Strategi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam Upaya Peningkatan Prestasi di Kabupaten Pekalongan

482
LOMBA TINGKAT PROVINSI : Para Guru SD Berprestasi usai memenangkan lomba Mata Pelajaran Tingkat Propinsi Jawa Tengah. (DOK PEMKAB PEKALONGAN)
LOMBA TINGKAT PROVINSI : Para Guru SD Berprestasi usai memenangkan lomba Mata Pelajaran Tingkat Propinsi Jawa Tengah. (DOK PEMKAB PEKALONGAN)

KAJEN-Membahas tentang pendidikan artinya berbicara tentang suatu hal yang sangat fundamental untuk sebuah daerah. Pendidikan merupakan urusan wajib yang sangat menentukan kualitas suatu bangsa. Banyak putera-puteri terbaik daerah yang mengandalkan pendidikannya di tempat mereka berpijak. Untuk menamatkan pendidikan dasar sebagian besar orang tua memilih menyekolahkan anaknya tidak jauh dari tempat tinggalnya. Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan dituntut menyediakan sekolah yang dapat mengantarkan anak didiknya dalam meraih cita-citanya.

Optimalisasi di bidang pendidikan, akan bisa terwujud apabila ketiga komponen yang bertanggung jawab di bidang pendidikan yaitu pemerintah, orang tua dan masyarakat bersinergi, baik dalam gagasan maupun potensi di dalam menghadapi problema dan tantangan pendidikan yang semakin besar dan kompleks dengan melakukanpembaharuan secara terencana, terarah dan berkesinambungan.

Sejalan dengan tuntutan perkembangan zaman dan harapan pemerintah/ masyarakat serta peluang dan kesempatan untuk meningkatkan diri, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan berupaya semaksimal mungkin untuk selalu meningkatkan diri menuju kualitas pendidikan yang mampu bersaing di taraf nasional dan global.

Namun, apa masalah yang dihadapi dalam menyelenggarakan pendidikan?

Sumber daya manusia dalam hal ini menghadapi masalah kurangnya jumlah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sehingga kesulitan dalam pemerataan di tiap kecamatan. Kemudian kompetensi pada sebagian guru yang masih harus ditingkatkan dan diterima. Ada sebagian anak usia sekolah yang terpaksa putus sekolah. Prestasi akademik masih belum menggembirakan. Metode pengelolaan sekolah dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) oleh satuan pendidikan juga belum optimal. Pencapaian pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) baru 76 persen.

Strategi pengelolaan pendidikan tidak dapat terlepas dari faktor-faktor sosial, budaya, sosial ekonomi dan keadaan geografis yang sangat beraneka ragam. Faktor-faktor ini secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi dunia pendidikan. Oleh karena itu, perlu adanya strategi yang khusus dalam mengelola pendidikan sesuai jenjangnya.

Untuk mengatasi masalah-masalah di atas, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, secara garis besar ada Tiga Strategi yang dilakukan yaitu :

Pertama, Pengelolaan Manajemen Pendidikan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Program ini merupakan bagian dari proses dan penerapan visi Kabupaten Pekalongan Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sejahtera dan bermartabat berbasis pada kearifan lokal. Program ini diperuntukkan bagi anak-anak sekolah di bidang data, fasilitas dan juga informasi yang terintegrasi. Saat ini pengelolaan data pokok pendidikan terkoneksi dengan semua satuan pendidikan. Pembelajaran kelas secara bertahap direncanakan menggunakan perangkat komputer untuk membantu penguasaan materi dan penyiapan untuk ujian berbasis komputer.

Sistem yang menggunakan IT di antaranya dalam pelayanan penilaian kinerja guru dan penilaian angka kredit juga dilakukan dengan cara online melalui e-pak.dindikbudkabupatenpekalongan. Langkah tersebut untuk dapat melayani guru peningkatan karier guru. Ada sekitar empat ribu guru yang menggunakan fasilitas tersebut, yang dibuat oleh guru dan untuk guru.