Stok Gas Melon Diklaim Aman

92
CEK STOK: Kepala Dinas Perindustrian dan Pedagang (Disperindag) Kota Magelang Joko Budiyono saat meninjau sejumlah distributor gas dan sembako di Kota Magelang, Rabu (6/12). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
CEK STOK: Kepala Dinas Perindustrian dan Pedagang (Disperindag) Kota Magelang Joko Budiyono saat meninjau sejumlah distributor gas dan sembako di Kota Magelang, Rabu (6/12). (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

MAGELANG – Pusat Koperasi Konsumen (PKK) Kota Magelang mengklaim stok dan pasokan gas elpiji 3 kg aman hingga akhir tahun 2017. Pasalnya, Kota Magelang pada Desember ini mendapat tambahan kuota sebanyak 3.920 tabung, dari semula 76.080 tabung menjadi 80.000 tabung. Penambahan stok untuk persiapan menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

“Tidak ada kelangkaan gas di sini (Kota Magelang). Hanya saja, jatah gas untuk tahun 2017 memang tinggal sedikit karena ini masuk akhir tahun, jadi stok sudah terpakai di awal-awal tahun,” tegas Kepala Pusat Koperasi Konsumen Kota Magelang Bambang Setyawan di sela-sela peninjauan ke sejumlah distributor gas di Kota Magelang, Rabu (6/12).

Meskipun diklaim aman, Bambang tetap mengimbau kepada masyarakat yang tidak berhak menggunakan gas melon untuk beralih menggunakan gas 5,5 kg. “Masyarakat harus tahu, jika yang tidak berhak ikut menggunakan gas melon, stok yang ada nanti menjadi tidak cukup,” tegas Bambang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang Joko Budiyono mengatakan, untuk mengantisipasi kelangkaan gas melon, maka masyarakat golongan menengah ke atas seperti pegawai negeri, pengusaha katering, dan rumah makan tidak boleh menggunakan elpiji 3 kg. Gas melon yang disubsidi oleh pemerintah hanya diperuntukkan bagi warga kurang mampu.

“Bagi yang tidak berhak mengonsumsi gas subsidi, hendaknya beralih ke gas 5,5 kilogram. Bisa dengan menukarkan dua tabung gas melon ditambah uang Rp 114.000, bisa ditukar dengan gas 5,5 kilogram ada isinya,” jelas Joko.

Selain elpiji, stok sembako menjelang akhir tahun, juga dipastikan aman. Joko mengatakan, pihaknya tidak perlu sampai menerapkan kebijakan tambahan untuk mengatasi kebutuhan masyarakat akan sembako dan gas. “Termasuk tidak perlunya diadakan kegiatan operasi pasar. Untuk diketahui, stok beras di satu lokasi distributor saja mencapai 40 ton, kemudian gula pasir 8 ton, tepung terigu 800 sak. Belum di distributor lainnya di Kota Magelang. Intinya stok aman,” tandas Joko.

Kegiatan peninjauan langsung di lapangan tersebut dilakukan untuk memastikan secara langsung ketersediaan kebutuhan barang pokok dan elpiji menjelang Natal dan Tahun baru. “Dari beberapa objek lokasi yang kita tinjau, semuanya aman, dari ketersediaan beras, terigu, gula, minyak gas (BBM), dan elpiji semuanya relatif aman,” papar Joko. (cr3/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here