Semarang KLB Difteri

Serang Anak Usia 5 sampai 10 Tahun

169
RUANG ISOLASI: Ketua Divisi Infeksi RSUP dr Kariadi, dr Hapsari SPA (K) menunjukkan ruang isolasi bagi pasien difteri. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUANG ISOLASI: Ketua Divisi Infeksi RSUP dr Kariadi, dr Hapsari SPA (K) menunjukkan ruang isolasi bagi pasien difteri. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG—Kota Semarang dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit difteri oleh Kementerian Kesehatan RI. Dinas Kesehatan Kota Semarang menilai ada faktor yang menyebabkan penyakit difteri terjadi, yakni karena faktor lingkungan dan perilaku.

“Perilaku itu maksudnya kebetulan ada kuman tetapi ketahanan tubuhnya yang turun, sehingga dapat terjangkit,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Widoyono, kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Widoyono menambahkan, setiap tahun di Kota Semarang terjadi kasus difteri. Ini berbeda dengan penyakit demam berdarah. Kalau dalam kasus difteri, jika ada salah seorang yang terjangkit, maka dapat dikatakan sebagai KLB.

“Setiap tahun itu selalu ada mulai 2010 sampai 2014, jumlahnya selalu menurun kemudian 2015 tidak ada dan 2016 ada 2, dan 2017 ada satu korban,” sebutnya.

“Korban warga Kecamatan Semarang Timur yang terjadi pada November lalu, dan semoga tidak bertambah lagi,” sambungnya.

Dikatakan, korban difteri kebanyakan anak-anak usia antara 5 -10 tahun. “Biasanya yang menjadi korban itu anak-anak. Korban dari Kecamatan Semarang Timur sekarang sudah diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Widoyono menambahkan, upaya penanggulangan yang paling efektif adalah melalui imunisasi. Imunisasi di Kota Semarang itu masuk dalam kategori semua bayi di Kota Semarang sudah diimunisasi, sehingga masuk dalam 100 persen melindungi. Sedangkan untuk pencegahan yang paling utama di luar itu, sehingga ketika ada kasus perlakuan yang standard operating procedure (SOP)-nya harus dipatuhi.

“Misalnya ketika ada korban, maka harus diisolasi agar tidak menular, karena difteri penularannya cukup tinggi,” katanya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here