Rawan Longsor, Belasan Warga Masih Mengungsi

Tanah Gerak di Salaman

148

“Harapan saya jalan ini ditutup dan membuat jalan darurat dengan mengambil jalur sebelahnya. Ini agar beban bahu jalan tidak semakin berat. Saya khawatir karena tanah bisa semakin larut mengenai rumah saya,” ungkapnya.

Sebelum tanah retak, dia mengaku biasa tinggal dengan keluarganya Sumariyah, 41, Ajeng Dinda, 18, dan Aisah, 4. Selain mengharapkan pembuatan jalur darurat, ia juga berharap ada uluran tangan dari Pemerintah Kabupaten Magelang.

Bantuan yang diperlukan di antaranya bisa material bangunan untuk membangun kembali rumahnya yang terancam. Bantuan ini dirasa penting karena setelah terkena bencana, ia belum bisa bekerja secara penuh. Mengingat, sehari-hari Mariyen bekerja sebagai buruh lepas.

“Material longsoran jalan semakin mepet. Kacau nanti kalau menimpa rumah beberapa dusun. Tidak harus semua menunggu rumah saya larut, keselamatan rumah dan jalan yang dipikirkan,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kalirejo Solihin menjelaskan, selain di Karangkulon, bencana juga menyasar Dusun Kalipucung. Warga yang terdampak di dua dusun ada 4 keluarga dengan total 14 jiwa.

“Longsor yang di Dusun Kalipucung pada Sabtu (2/12) mengakibatkan satu rumah warga rusak parah. Rata dengan tanah dengan tingkat kerusakan mencapai 90 persen,” jelasnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Ia juga terus membangun komunikasi dengan beberapa pihak. Seperti seluruh tim reaksi cepat, OPRB desa, serta relawan untuk memonitor wilayah. “Semuanya bersiaga mengantisipasi dampak siklon cempaka,” katanya. (vie/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here