Rawan Longsor, Belasan Warga Masih Mengungsi

Tanah Gerak di Salaman

84
BAHAYA : Sejumlah pelajar melewati jalan yang tanahnya masih belum stabil pascalongsor beberapa waktu lalu. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
BAHAYA : Sejumlah pelajar melewati jalan yang tanahnya masih belum stabil pascalongsor beberapa waktu lalu. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Belasan warga asal Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang masih belum berani kembali ke rumahnya masing-masing. Hal itu dikarenakan rumah mereka berada dalam kondisi bahaya ancaman tanah longsor.

Sebagaimana diketahui, bencana tanah longsor menerjang kawasan Perbukitan Menoreh. Setidaknya 14 jiwa warga Desa Kalirejo, Kecamatan Salaman masih mengungsi di tempat saudaranya masing – masing. Tidak diketahui pasti, sampai kapan mereka mengungsi karena rumahnya terancam tanah longsor susulan.

Salah satu warga Mariyen, warga Dusun Karangkulon tidak tahu harus sampai kapan bisa kembali ke rumahnya sendiri. Sudah sejak 29 November lalu, ia nunut hidup di rumah saudaranya. Meski di rumah saudara sendiri, namun ia merasa tidak enak hati karena mengungsi bersama istri dan dua anaknya.

“Kalau siang saya tempati rumah (sendiri). Di tempat saudara malam hari,” ujar Mariyen kemarin.

Rumah Mariyem berada di kawasan daerah rawan bencana tanah longsor susulan. Pada Rabu (29/11) lalu, jalan depan rumahnya mengalami retak. Semakin hari, retakan jalan semakin melebar. Sebelum ditutup tanah, terakhir lebar retakan sudah mencapai 0,5 meter dan panjangnya sekitar 25 m. Meski sudah hampir sepekan, Rabu (6/12), kondisi tanah dinilai masih terus bergerak.

“Jalan di depan rumah saya ini, jaraknya semakin dekat dengan rumah,” ungkapnya.

Bangunan rumah letaknya persis di bawah ruas jalan yang retak. Fondasi dan lantai rumah juga sudah mengalami retak-retak. Mesti membahayakan, namun ruas jalan hingga kemarin masih dibuka dan dilalui berbagai kendaraan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here