33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Penanganan Bencana Alam Tak Maksimal

Another

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

SEMARANG-Penanganan bencana alam di berbagai daerah di Jateng menghadapi persoalan klasik, yakni masalah kewenangan. Akibatnya, meski lokasi di Jateng, tapi kewenangannya Pemerintah Pusat, sehingga banyak bencana alam yang tidak bisa tertangani secara maksimal.

“Kami bersepakat bahwa Jateng memang dikenal sebagai supermarket bencana. Ada beberapa titik krusial yang selalu menjadi langganan banjir dan longsor, namun tidak bisa langsung ditangani Pemprov Jateng. Karena itu, perlu solusi untuk mengatasi problem kewenangan,” kata Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso.

Padahal, ia menambahkan, di beberapa daerah ada beberapa titik krusial bencana yang ada hubungannya dengan objek vital. Pertama, bencana rob di Pantura, tepatnya di Kota Semarang. Sekali terjadi rob, langsung menjadi perhatian banyak pihak sampai ke pusat. Kedua, bencana yang biasa terjadi di wilayah selatan sekitar Kroya. “Kalau masuk Cilacap dan Purbalingga, ada sungai yang limpahan airnya sering masuk ke jalan nasional saat hujan,” ujarnya.

Politisi PKS ini berharap semua persoalan itu menyangkut regulasi. Diharapkan harus segera ada penyelesaian, sehingga persoalan bencana dapat segera ditangani secepatnya. Ia mengapresiasi Dinas Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air, dan Tata Ruang (PU SDA-Taru) yang membangun embung di sejumlah daerah cekungan. Untuk menanggulangi bencana, sebaiknya upayanya bukan soal pengendalian tapi pengelolaan. Dengan begitu, sejak awal pihak-pihak terkait lebih siap dalam penanganan bencana. “Saat ini DPRD Jateng sendiri tengah menggarap Raperda Air Tanah yang diharapkan bisa mempengaruhi upaya penanggulangan dan pencegahan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor,” tambahnya.

Setidaknya sebanyak 32 kabupaten/ kota masuk rawan bencana. Kecuali, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Kota Tegal. Dari puluhan daerah itu, 1.719 desa di 334 kecamatan berstatus rawan banjir dan 1.594 desa berstatus rawan longsor. Sementara, data BMKG menyebutkan puncak musim hujan terjadi pada Januari 2018. Pada ini, seluruh Jateng sudah masuk awal musim penghujan.‌Namun, jika dibanding tahun lalu, pada 2017 ini curah hujan masih lebih rendah.

“Hujan sudah datang kembali, sehingga kewaspadaan terhadap potensi bencana alam di Provinsi Jawa Tengah harus ditingkatkan, baik oleh Pemerintah maupun masyarakat sendiri,” tambah Anggota Komisi D DPRD Jateng, Rusman. (fth/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

More Articles Like This

Must Read

Progress Pembangunan Melampaui Target

SEMARANG - Progres pembangunan jalan tol Semarang-Batang lebih cepat dari target. Per 3 September 2017 lalu, konstruksi jalan tol telah mencapai 41,582 persen. Sementara...

Tembakau Nusantara; Komoditas Seksi Sarat Kontroversi

Tekanan rezim kesehatan global yang mengatasnamakan isu kesehatan publik melalui skema Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), membuat pemerintah setengah hati melindungi tembakau Nusantara....

Pegawai BRI Ditemukan Tewas

KENDAL – Seorang pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Weleri ditemukan tewas mengenaskan di bekas rumah makan Sumber Rasa yang ada di jalan raya...

Aqua Pasarkan Produk Dampingan CSR

WONOSOBO–Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Tirta Investama Aqua Wonosobo membuahkan hasil. Para kelompok petani dan UMKM yang sudah didampingi selama lebih dari tiga...

Masjid Kapal Populer Berkat Netizen

PENGUNJUNG memadati pelataran Masjid As Safinatun Najah yang bentuknya menyerupai kapal di Jalan Kyai Padak, Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Minggu (7/5). Meski pembangunannya...

Pemerintah Perlu Beri Kemudahan Pelaku UMKM

DEMAK- Pemerintah diminta lebih peduli dengan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), termasuk di Demak ini. Bantuan dapat berupa pengenalan inovasi teknologi dan...