SEMARANG-DPRD Jateng menilai penanganan infrastruktur jalan di Jateng dari ujung barat ke timur, utara ke selatan sudah ada perkembangan signifikan. Dewan meminta agar proses betonisasi jalan selebar tujuh meter segera terealisasi.

Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basri mengatakan, dari pantauan yang dilakukan, sekarang ini pembangunan jalan sudah menunjukkan perkembangan yang bagus. Di perbatasan dengan Jatim maupun Jabar sudah mulus. “Sudah tidak ada lagi sindiran lewat di Jatim tidur pulas, sampai Jateng terbangun gara-gara jalan bergelombang dan berlubang,” katanya.

Ia menambahkan, DPRD sangat mendukung upaya pembangunan jalan. Bukti yang dilakukannya adalah soal persetujuan anggaran. Setiap tahun alokasi yang dikucurkan selalu naik. Pada anggaran 2013, nilai anggaran untuk pembangunan jalan Rp 529 miliar, pada 2014 menjadi Rp 922 miliar, selanjutnya di 2015 naik menjadi 1,8 triliun. Bahkan di 2016, alokasinya sangat besar menjadi Rp 2,1 triliun, dan di 2017 berkurang menjadi Rp 854 miliar. “Dengan anggaran tersebut, sekarang ini proses betonisasi sudah sejauh 567 kilometer. Masih kurang 864 kilometer,” tambahnya.

Sesuai Perda nomor 8/2016 tentang Standaraisasi Jalan Provinsi, dewan merekomendasikan jalan provinsi selebar tujuh meter dengan kualitas beton. Ia meminta, Dinas Bina Marga dan Cipta Karya tetap harus mempertahankan standar penanganan jalan berlubang. Bila sebelumnya penanganan lima hari setelah ada pelaporan, kini harus dua hari tertambal dengan mulus. “Semua sudah dilakukan di Jateng dan harus dipertahankan,” ujarnya.

Kepala Dinas Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Bambang NK menambahkan, target seluruh jalan provinsi sudah dibeton tahun 2018. Ada sejumlah fokus yang dikerjakan. Pertama, akses menuju perbatasan Jatim, Jabar maupun DIJ. Selanjutnya jalan yang menjadi jalur wisata. Bahkan saat ini pihaknya sedang melakukan penanganan di jalur sosebo (Solo, Selo, Borobudur). “Jalur tersebut menjadi kawasan strategis pariwisata nasional, mengingat pada 2018 akan terintegrasikan dengan jalur Tol Bawen-Jogjakarta,” katanya.

Bambang menambahkan, fokus lainnya adalah wilayah jalan selatan-selatan. Dari wilayah Wonogiri, Purworejo, Kebumen sampai Cilacap pembangunannya terus dikebut. Untuk perkembangannya sudah ada sejauh 112 kilometer, masih kurang 53 kilometer. (fth/bis/ida)