Memaknai Filosofi Hidup, Tumbuhkan Jiwa Bermasyarakat

95
Oleh: Asih MPd
Oleh: Asih MPd

DI ATAS permukaan bumi ini, kita mengenal adanya berbagai ciptaan Sang Pencipta. Dari berjuta jenis benda yang bisa kita kenali. Maka dapat kita kelompokkan, yaitu kelompok benda hidup dan kelompok benda mati. Dalam penulisan ini akan kita bicarakan tentang pengelompokan benda hidup, yakni makhluk hidup. Makhluk hidup pun masih di kelompokan lagi, yakni kelompok manusia, kelompok tumbuhan, dan kelompok hewan.

Penulis akan mengajak para pembaca untuk bersama-sama menelusuri hubungan antara pohon pisang, manusia, dan ulat. Ada keteladanan dan ilmu yang bisa kita ambil untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, bahkan di dalam dunia pendidikan yang sasarannya tentu saja siswa.

Pohon pisang adalah salah satu di antara jutaan jenis pohon yang tumbuh di atas permukaan bumi. Jenis tanaman ini sangat familiar sekali dengan manusia. Di samping buahnya lezat, juga memiliki nilai ekonomi yang sangat bagus, karena dari buahnya, daunnya, batangnya bahkan akar-akarnya (Bahasa Jawa: bonggolnya) berguna untuk kepentingan manusia, bahkan hewan. Buahnya sangat enak dan bergizi tinggi bila sudah masak, masih mudanya pun sudah enak untuk dijadikan rujak.

Cara hidup pohon pisang bisa kita jadikan ilmu yang perlu kita contoh. Ternyata merupakan guru yang sangat baik dalam pembelajaran budi pekerti. Kita bisa melihat, bagaimana perjuangan pohon pisang ketika ingin membalas kebaikan manusia karena sudah diberi kesempatan tumbuh di tanah pekarangan kita. Bisa kita lihat, pada saat pohon pisang tersebut sudah tumbuh, maka kemudian kita tebas batangnya saja. Sementara pohon itu belum pernah berbuah. Apakah pohon itu akan mati? Ternyata tidak mati. Pohon itu tumbuh lagi, kita tebas lagi, maka akan tumbuh lagi dan tumbuh lagi sebelum dia bisa memberi sesuatu yang berarti dari tubuhnya, yakni buah yang lezat. Dia akan berusaha untuk tetap hidup untuk memberi sesuatu yang berarti pada kita, karena dia sudah diperbolehkan tumbuh di pekarangannya.

Keteladanan

Keteladanan yang bisa kita petik adalah selalu mengingat dan mau membalas budi atas kebaikan yang telah kita dapatkan dari orang lain, walaupun orang yang sudah berbuat baik itu tidak mengingatnya. Dengan demikian, akan ada harmonisasi hubungan serta pendidikan sikap luhur.

Beda lagi dengan makhluk hidup yang namanya manusia. Manusia adalah salah satu benda hidup yang bergerak. Pada kenyataannya manusia beda dengan benda-benda hidup yang lain atau makhluk hidup yang lain. Manusia diberi akal dan pikiran. Juga diberi nurani atau perasaan. Dengan menggunakan akal dan pikiran, manusia bisa menentukan jalan hidupnya dengan cara berkelompok, bermasyarakat, beradaptasi, berbudaya, dan membuat norma-norma aturan demi kelangsungan hidupnya.

Menyadari hal tersebut, maka manusia selalu berkembang lebih baik dibandingkan dengan benda-benda atau makhluk hidup yang lain. Dengan akal pikirannya, manusia bisa mengelola dan memanfaatkan apapun benda yang ada di permukaan bumu ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here