33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Kontribusi Tol, Turunkan Inflasi, Naikkan Ekonomi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

PEKALONGAN-Dengan adanya proyek pembangunan jalan tol, mendorong iklim investasi di Karesidenan Pekalongan semakin bagus. Bahkan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan dan berkontribusi membuat inflasi juga turun.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia dengan tema Memperkuat Momentum yang digelar oleh Bank Indonesia Tegal, Rabu (6/12) kemarin. Kepala BI Tegal, Joni Marsius mengatakan bahwa tol di Karesidenan Pekalongan memiliki pengaruh positif. Terbukti dengan tol, kawasan industri di Tangerang kini melirik lokasi baru di wilayah ini.

“Dengan adanya tol, otomatis industri tidak khawatir dengan transportasi. Selain itu, berbagai produk menjadi lebih murah, karena didukung transportasi yang mudah dan murah,” ucapnya.

Bahkan, Bank Indonesia Tegal memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2018 di Karesidenan Pekalongan akan naik 0,1 persen. Jika tahun 2017 di angka 5,3-5,7 persen, tahun 2018 diperkirakan akan naik jadi 5,3-5,8 persen.

Lebih lanjut, kata Joni, terkait kegiatan pertemuan Tahunan Bank Indonesia, memang digelar rutin setiap akhir tahun untuk menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan dan prospek ke depan, serta arah kebijakan Bank Indonesia. Pertemuan ini dihadiri oleh kepala daerah, pimpinan perbankan, pimpinan korporasi nonbank, dan akademisi.

“Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan Indonesia tetap terjaga pada tahun 2017, ditopang oleh kebijakan yang kredibel. Hal ini mendapat tanggapan positif dari berbagai lembaga, antara lain lembaga pemeringkat Standard & Poor’s yang menaikkan rating kredit Indonesia menjadi investment gride,” jelas Joni Marsius.

Meskipun demikian, ekonomi Indonesia masih mengalami tantangan, baik global maupun domestik. Untuk itu, semua pemangku kebijakan perlu melanjutkan upaya-upaya memperkuat momentum pemulihan dengan kebijakan ekonomi yang progresif. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tanggul Laut Siap Dibangun

SEMARANG - Salah satu megaproyek penanganan banjir dan rob di Kota Semarang yang segera dibangun pada 2017 ini adalah tanggul laut sepanjang pantai Semarang-Demak....

Sinyal Perpanjang Musim

KEMENANGAN PSIS 6-2 atas Martapura FC pada perebutan juara ketiga Liga 2 yang juga menjadi laga perebutan tiket terakhir promosi ke Liga 1 di...

Kota Lama Jalur Rempah Nusantara

KOTA Lama Semarang bakal disulap lebih meriah dan lebih bersahabat kepada para pengunjung. Pemerintah Kota Semarang menggandeng sejumlah stakeholder terkait untuk mengembangkan kawasan peninggalan...

Bata untuk Nancy

Oleh: Dahlan Iskan Hari berganti cepat. Tanggal pun kilat tertanggal. Tak terasa tinggal 35 hari lagi. Dari batas waktu 90 hari yang disepakati. Di gencatan...

Salah Arah Kiblat

Pertanyaan : Assalamu’alaikum Pak kiai Ahmad Izzuddin yang saya hormati, kemarin saya baca tanya jawab masalah arah kiblat dalam koran ini. Hal tersebut juga banyak...

Bayar PBB lewat Mobil Keliling

SEMARANG - Pemkot Semarang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus berinovasi dalam pelayanan, salah satunya dengan memberi kemudahan wajib pajak (WP) dalam pembayaran Pajak...