Jadwal Pentas Tari Perlu Dikaji Ulang

112

MAGELANG – Rencana pementasan tari tradisional di Pendopo Mantiyasih, Kampung Meteseh, Kelurahan Magelang, Magelang Tengah yang diadakan setiap Minggu Pahing, diminta untuk dikaji kembali. Pementasan tersebut bisa berbenturan dengan kegiatan lain yang selama ini sudah berjalan.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Magelang Aktib Sundoko berharap jadwal pementasan bisa diganti. “Soal hari karena Minggu Pahing, saya minta supaya ada evaluasi. Jangan sampai nanti berbenturan dengan kegiatan lain yang sudah ada, seperti Pengajian Pahingan di Masjid Kauman,” kata Aktib.

Politisi Nasdem tersebut menjelaskan, akan terasa lebih efektif jika keramaian di Kota Magelang tidak terpusat pada hari tertentu saja. Namun, ada hari-hari lain agar warga luar daerah kembali berbondong-bondong datang untuk datang dan berwisata.

“Jadi tidak hanya pada Minggu Pahing saja Kota Magelang ramai, setelah itu hari lainnya sepi. Saya harap bisa diganti, tidak harus Minggu Pahing, supaya keramaian semakin merata,” papar Aktib.

Meski demikian, Aktib sepakat jika pementasan tari tradisional di Pendopo Mantiyasih yang diprakarsai oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang digelar secara rutin. Langkah ini merupakan sarana berkreasi puluhan sanggar tari dari Kota Magelang agar dapat terus mengasah kemampuannya. Wacana festival tarian tradisional di Pendopo Mantiyasih, merupakan bentuk pelestarian budaya sehingga patut diapresiasi dan didukung.

Pandangan berbeda disampaikan oleh anggota Komisi A DPRD Kota Magelang Tyas Anggraeni. Tyas menilai, segmentasi warga yang mengikuti Pengajian Pahingan dengan penonton festival tarian di Pendopo Mantiyasih nantinya sudah berbeda. Sehingga waktu yang bersamaan tidak perlu dipermasalahkan lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here