33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Jadwal Pentas Tari Perlu Dikaji Ulang

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

MAGELANG – Rencana pementasan tari tradisional di Pendopo Mantiyasih, Kampung Meteseh, Kelurahan Magelang, Magelang Tengah yang diadakan setiap Minggu Pahing, diminta untuk dikaji kembali. Pementasan tersebut bisa berbenturan dengan kegiatan lain yang selama ini sudah berjalan.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Magelang Aktib Sundoko berharap jadwal pementasan bisa diganti. “Soal hari karena Minggu Pahing, saya minta supaya ada evaluasi. Jangan sampai nanti berbenturan dengan kegiatan lain yang sudah ada, seperti Pengajian Pahingan di Masjid Kauman,” kata Aktib.

Politisi Nasdem tersebut menjelaskan, akan terasa lebih efektif jika keramaian di Kota Magelang tidak terpusat pada hari tertentu saja. Namun, ada hari-hari lain agar warga luar daerah kembali berbondong-bondong datang untuk datang dan berwisata.

“Jadi tidak hanya pada Minggu Pahing saja Kota Magelang ramai, setelah itu hari lainnya sepi. Saya harap bisa diganti, tidak harus Minggu Pahing, supaya keramaian semakin merata,” papar Aktib.

Meski demikian, Aktib sepakat jika pementasan tari tradisional di Pendopo Mantiyasih yang diprakarsai oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang digelar secara rutin. Langkah ini merupakan sarana berkreasi puluhan sanggar tari dari Kota Magelang agar dapat terus mengasah kemampuannya. Wacana festival tarian tradisional di Pendopo Mantiyasih, merupakan bentuk pelestarian budaya sehingga patut diapresiasi dan didukung.

Pandangan berbeda disampaikan oleh anggota Komisi A DPRD Kota Magelang Tyas Anggraeni. Tyas menilai, segmentasi warga yang mengikuti Pengajian Pahingan dengan penonton festival tarian di Pendopo Mantiyasih nantinya sudah berbeda. Sehingga waktu yang bersamaan tidak perlu dipermasalahkan lagi.

“Justru akan menambah daya tarik wisatawan, karena kalau di Kota Magelang, tiap Minggu Pahing ada berbagai kegiatan. Jadi nanti masyarakat bisa memilih sendiri,” kata politisi Hanura tersebut.

Kepala Dinas P dan K Kota Magelang, Taufiq Nurbakin menjelaskan, rencana jadwal pelaksanaan pementasan tari tradisional di setiap Minggu Pahing tidak berbenturan dengan kegiatan lain. Pihaknya sudah melakukan kajian dan gelaran pementasan tersebut berlangsung mulai siang hingga sore hari saja. Untuk itu, Taufiq berharap, pertunjukan di Pendopo Mantiyasih bisa memberi hiburan tersendiri bagi warga. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena dapat mengenalkan seni kepada anak-anak sedini mungkin. Maka dari itu Disdikbud akan menggelar program Minggu Pahing di Mantiyasih mulai tahun 2018 nanti,” tandas Taufiq. (cr3/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bedah 31 Rumah Jadi Layak Huni

SEMARANG – Samsung Elektronik, salah satu perusahaan elektronik terbesar asal Korea dalam bisnis tidak hanya mementingkan keuntungan. Sebaliknya, sebagian keuntungan dikembalikan lagi ke masyarakat...

Sirup Kartika Support Ngaji Budaya

RADARSEMARANG.COM, GROBOGAN- Ngaji Budaya bersama Budayawan Sujiwo Tejo dan KH Budi Harjono berlangsung semarak. Kegiatan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1440 H itu...

Kenang Kartini dengan Berkreasi Nyata

WONOSOBO - Tim Penggerak PKK Kelurahan Kalikajar memiliki cara tersendiri untuk memeriahkan peringatan Hari Kartini. Tak sekadar mengenang dengan kegiatan seremonial, para kader memilih...

Langganan Juara Kesenian dan Budaya

KENDAL - SD Negeri 2 Purwosari Kecamatan Patebon Kendal tergolong sekolah yang aktif mengikuti ajang kompetisi perlombaan. Sederet prestasi yang ditorehkan siswa-siswi di sekolah...

Disembelih, Ayam Tak Mati

PEKALONGAN - Peristiwa unik terjadi pada seekor ayam milik warga Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, baru-baru ini. Ayam milik Budi Santoso, 34 masih...

Beri Bantuan Alat Musik

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - SDN Jampiroso I Temanggung menerima bantuan alat musik keyboard dari BRI Cabang Temanggung. Bantuan diserahkan Kepala Cabang BRI Temanggung, Iwan Supriyanto...