Jadwal Pentas Tari Perlu Dikaji Ulang

74

MAGELANG – Rencana pementasan tari tradisional di Pendopo Mantiyasih, Kampung Meteseh, Kelurahan Magelang, Magelang Tengah yang diadakan setiap Minggu Pahing, diminta untuk dikaji kembali. Pementasan tersebut bisa berbenturan dengan kegiatan lain yang selama ini sudah berjalan.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Magelang Aktib Sundoko berharap jadwal pementasan bisa diganti. “Soal hari karena Minggu Pahing, saya minta supaya ada evaluasi. Jangan sampai nanti berbenturan dengan kegiatan lain yang sudah ada, seperti Pengajian Pahingan di Masjid Kauman,” kata Aktib.

Politisi Nasdem tersebut menjelaskan, akan terasa lebih efektif jika keramaian di Kota Magelang tidak terpusat pada hari tertentu saja. Namun, ada hari-hari lain agar warga luar daerah kembali berbondong-bondong datang untuk datang dan berwisata.

“Jadi tidak hanya pada Minggu Pahing saja Kota Magelang ramai, setelah itu hari lainnya sepi. Saya harap bisa diganti, tidak harus Minggu Pahing, supaya keramaian semakin merata,” papar Aktib.

Meski demikian, Aktib sepakat jika pementasan tari tradisional di Pendopo Mantiyasih yang diprakarsai oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang digelar secara rutin. Langkah ini merupakan sarana berkreasi puluhan sanggar tari dari Kota Magelang agar dapat terus mengasah kemampuannya. Wacana festival tarian tradisional di Pendopo Mantiyasih, merupakan bentuk pelestarian budaya sehingga patut diapresiasi dan didukung.

Pandangan berbeda disampaikan oleh anggota Komisi A DPRD Kota Magelang Tyas Anggraeni. Tyas menilai, segmentasi warga yang mengikuti Pengajian Pahingan dengan penonton festival tarian di Pendopo Mantiyasih nantinya sudah berbeda. Sehingga waktu yang bersamaan tidak perlu dipermasalahkan lagi.

“Justru akan menambah daya tarik wisatawan, karena kalau di Kota Magelang, tiap Minggu Pahing ada berbagai kegiatan. Jadi nanti masyarakat bisa memilih sendiri,” kata politisi Hanura tersebut.

Kepala Dinas P dan K Kota Magelang, Taufiq Nurbakin menjelaskan, rencana jadwal pelaksanaan pementasan tari tradisional di setiap Minggu Pahing tidak berbenturan dengan kegiatan lain. Pihaknya sudah melakukan kajian dan gelaran pementasan tersebut berlangsung mulai siang hingga sore hari saja. Untuk itu, Taufiq berharap, pertunjukan di Pendopo Mantiyasih bisa memberi hiburan tersendiri bagi warga. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena dapat mengenalkan seni kepada anak-anak sedini mungkin. Maka dari itu Disdikbud akan menggelar program Minggu Pahing di Mantiyasih mulai tahun 2018 nanti,” tandas Taufiq. (cr3/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here