33 C
Semarang
Jumat, 3 Juli 2020

Elpiji 3 Kilogram Langka

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

SALATIGA – Pemkot Salatiga harus segera mengambil langkah tegas dan strategis, menyikapi keresahan masyarakat terkait langkanya gas elpiji 3 kg di pasaran. Keresahan yang dibiarkan akan memunculkan pemikiran negatif. Selain itu, kelangkaan elpiji 3 kg tersebut akan berdampak buruk pada kegiatan perekonomian pelaku usaha kecil.

“Sekarang ini hampir semua masyarakat sudah mengandalkan elpiji 3 kilogram untuk memasak dan berbagai kebutuhan dapur lainnya. Kebanyakan kaum perempuan yang protes bila gas tidak ada di pasaran,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Salatiga Diah Sunarsasi. Ia mendapatkan laporan dari masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi tersebut.

Menurut dia, banyak usaha kecil atau pedagang makanan yang menggunakan gas elpiji 3 kg, tidak bisa beraktivitas berjualan seperti biasanya. Mereka mengandalkan gas elpiji 3 kg, karena bila memakai gas elpiji dengan tabung kapasitas 5,5 kg atau 12 kg, maka tidak bisa meraih keuntungan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Muthoin saat dikonfirmasi wartawan menerangkan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait termasuk Hiswana Migas Kota Salatiga. Menurutnya, secara nasional plafon subsidi gas elpiji 3 kg sudah melebihi batas.

“Di Kota Salatiga jatah gas elpiji 3 kg sebesar 2.692.251 tabung untuk tahun 2017. Hingga Agustus lalu sudah terpakai sekitar 1.700.000-an tabung gas. Pemkot berkait kondisi saat ini sudah meminta tambahan kuota tetapi tidak bisa, karena memang tidak mendapat persetujuan,” jelas Muthoin.

Di sisi lain, akibat kenaikan harga tabung gas elpiji ukuran 5,5 kg (bright) dan ukuran 12 kg (biru), mengakibatkan banyak konsumen yang beralih kembali menggunakan tabung gas ukuran 3 kg. Harga gas per kilogram untuk bright naik Rp 5 ribu dan gas biru Rp 10 ribu. Khusus untuk aparatur sipil negara (ASN), Pemkot Salatiga telah mengimbau ASN agar menjadi contoh dan tetap menggunakan gas 5,5 kg.

Permasalahan lainnya adalah, gas untuk jatah Kota Salatiga banyak yang terjual kepada warga di Kabupaten Semarang. Kondisi tersebut tidak bisa dihindari, karena warga Kabupaten Semarang, seperti Kecamatan Pabelan, Kecamatan Tuntang, Kecamatan Getasan, dan lainnya, berbelanja gas dari kuota jatah warga Salatiga. “Kami sangat berharap agar agen dan pengecer memrioritaskan pembeli dari Kota Salatiga dengan dasar KTP yang dimiliki, meski itu sulit praktiknya,” kata Muthoin. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Nikmatnya Berbuka dengan Nasi Kebuli

SEMARANG - Hotel Novotel Semarang menyajikan menu berbuka puasa tahun ini dengan cara live cooking. Menu yang menjadi andalan adalah nasi kebuli. Executive Chef Hotel...

500 Atlet dan 123 Pelatih Terima Insentif

SEMARANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang terus berusaha meningkatkan prestasi olahraga kota ini. Sebanyak 500 atlet menerima insentif dari Pemkot Semarang melalui...

Kenalkan Program Satu Guru Satu Buku

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Gerakan literasi membaca dan menulis buku atau karya ilmiah terus digencarkan disekolah sekolah. SMAN 1 Demak misalnya, untuk mengembangkan literasi sekolah,...

Sita Puluhan Ribu Mercon

BANYUMAS-Polsek Ajibarang merazia 30 ribu mercon korek dan 240 mercon Leo milik Sarwono, 50, warga Desa Kracak Kecamatan Ajibarang, Rabu (7/6). Petugas langsung menyita...

Ali Maskun Pimpin Ikatan Sarjana NU

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Ali Maskun terpilih sebagai Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Demak periode 2018-2023. Bendahara MWC NU Kecamatan Demak Kota ini...

PKK Kota Semarang Juara I Nasional

SEMARANG- Berbagai inovasi, kreativitas dan program-program kegiatan yang dilaksanakan PKK Kota Semarang di dalam membantu upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat berbuah manis. Dalam peringatan hari Kesatuan...