Bupati Ajukan Perubahan Tata Ruang Wilayah

76
Zaenal Arifin (ISt)
Zaenal Arifin (ISt)

MUNGKID– Bupati Magelang Zaenal Arifin mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rancangan Tata Ruang Wilayah ke DPRD setempat, kemarin. Pengajuan tersebut dilakukan untuk mengubah sejumlah penggunaan wilayah di Kabupaten Magelang.

Pengajuan raperda dilakukan melalui Rapat Paripurna di DPRD.  Sidang Paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Magelang Drs Soeharno MM.

Bupati Magelang menyatakan, Revisi RTRW Kabupaten Magelang telah mendesak untuk dilakukan. Secara eksternal, telah terjadi perubahan kebijakan nasional yang tertuang dalam bentuk peraturan. “Peraturan perundang-undangan yang sangat berpengaruh terhadap perubahan kebijakan Rencana Tata Ruang Kabupaten Magelang yaitu Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Borobudur dan Sekitarnya dan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi,” kata dia.

Menurut Zaenal, dengan berlakunya 2 perpres ini, perda RTRW dan perda tentang Rencana Rinci Tata Ruang beserta Peraturan Zonasi yang bertentangan dengan perpres harus disesuaikan. “Karena harus sesuai dengan undang-undang,” paparnya.

Menurutnya, revisi diperlukan agar RTRW Kabupaten Magelang dapat berfungsi secara optimal sebagai matra keruangan dari pembangunan daerah. Juga dasar kebijaksanaan pokok pemanfaatan ruang di wilayah Kabupaten Magelang.

“Peninjauan kembali rencana tata ruang ini dilakukan dalam rangka melihat kesesuaian antara rencana tata ruang dan kebutuhan pembangunan yang memperhatikan perkembangan lingkungan strategis dan dinamika internal, serta pelaksanaan pemanfaatan ruang,” papar dia.

Menurutnya, peninjauan kembali rencana tata ruang dilakukan satu kali dalam lima tahun. Peninjauan kembali rencana tata ruang dapat menghasilkan rekomendasi berupa rencana tata ruang yang ada dapat tetap berlaku sesuai dengan masa berlakunya atau rencana tata ruang yang ada perlu direvisi.

“Sejak ditetapkannya peraturan daerah hingga saat ini, terdapat beberapa kondisi lingkungan strategis, dinamika pembangunan, dan permasalahan teknis yang terkait dengan lampiran peta RTRW Kabupaten Magelang. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah berupaya menyusun kajian revisi RTRW Kabupaten Magelang,” ujar Bupati. (vie/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here