BPI Dukung Program Desa Pintar

116
BELAJAR : Beberapa pelajar dan masyarakat sekitar memanfaatkan waktu luang dengan belajar di Perpusdes yang didanai oleh BPI di Desa Tulis. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BELAJAR : Beberapa pelajar dan masyarakat sekitar memanfaatkan waktu luang dengan belajar di Perpusdes yang didanai oleh BPI di Desa Tulis. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) sebagai mitra Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, berkomitmen terus mendukung penuh semua program yang dicanangkan pemerintah. Salah satunya Program Desa Pintar yang digagas oleh Bupati Batang. Dukungan itu, diwujudkan dalam bentuk pendanaan program kerja Perpustakaan Desa (Perpusdes) untuk tahun 2018 mendatang.

Sebanyak 15 Perpusdes di tiga kecamatan, yakni Tulis, Kandeman, dan Subah akan kembali mendapat program bantuan yang disepakati oleh pemerintah desa, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Batang, dan BPI.

Sejak diluncurkan, ternyata cukup bermanfaat bagi warga sekitar. Terbukti, saat ini warga terdampak PLTU sudah melek informasi. Terutama dengan adanya layanan buku dan internet gratis bagi warga.

“Adanya Perpusdes sangat bermanfaat bagi warga kami, mulai dari siswa sekolah sampai ibu rumah tangga, sudah merasakan dampaknya,” kata Purwa Hidayati pendamping perpustakan desa di wilayah terdampak PLTU Batang yaitu Desa Juragan, Bakalan, Tulis, Wringingintung, Beji, Sembojo dan Kenconorejo ini, Rabu (6/12) kemarin.

Diceritakan, dulu warga di daerahnya minim fasilitas. Bahkan, jarang yang berminat melanjutkan ke pendidikan tinggi. Namun setelah adanya Perpusdes, minat akan ilmu masyarakat, semakin tinggi.

“Sejak dibuka Perpusdes bantuan dari BPI ini, masyarakat mendapatkan pelayanan maksimal, dari komputer dan internet serta pinjam buku. Masyarakat sekarang mulai gemar membaca dan keinginan tahunya semakin besar,” jelasnya di sela-sela mendampingi warga bermain komputer.

Dari 3 komputer yang tersambung koneksi internet di masing-masing Perpusdes, hampir setiap hari dimaksimalkan oleh warga setempat. “Yang kerap menggunakan paling banyak memang anak-anak sekolah, untuk membantu proses belajar dan tugas sekolah. Namun ibu-ibu juga sering memakainya, dari mencari resep makan sampai pola jahit baju,” ucapnya senang.

Sementara itu, Manajer CSR BPI Bhayu Pamungkas, berharap dukungan ini menjadikan masyarakat semakin giat berkunjung ke perpustakaan, melibatkan diri untuk belajar memanfaatkan layanan internet dan pelatihan-pelatihan yang difasilitasi oleh pengurus perpustakaan.

Diungkapan Bhayu, sejak tahun 2015, BPI bermitra dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Batang serta Coca Cola Foundation Indonesia mereplikasi Program Perpuseru di 15 area terdampak pembangunan PLTU 2 x 1.000 MW Batang yaitu Desa Ujungnegoro, Karanggeneng, Ponowareng, Wonokerso, Simbangjati, Tulis, Kenconorejo, Bakalan, Wringingintung, Beji, Juragan, Sembojo, Sengon, Kedungsegok, dan Depok.

Selain itu melalui perpustakaan, BPI berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan masyarakat diwujudkan melalui program Adiwiyata yang mendorong sekolah berbudaya lingkungan. Saat ini, BPI tengah mendukung 4 sekolah sekitar perusahaan lainnya menjadi sekolah Adiwiyata, yaitu SD Negeri 01 Ujungnegoro, SD Negeri 01 Karanggeneng, SD Ponowareng, dan SMP Negeri 2 Tulis. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here