Betonisasi Jalan Sudah 94 Persen, Capaian Infrastruktur Terbaik di Jawa Tengah

Upaya Pemkab Demak Meningkatkan Infrastruktur yang Berkualitas

354
BANGUN INFRASTRUKTUR: Bupati Demak HM Natsir bersama Sekda dr Singgih Setyono MMR saat meresmikan jembatan di Desa Jragung, Kecamatan Karangawen. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANGUN INFRASTRUKTUR: Bupati Demak HM Natsir bersama Sekda dr Singgih Setyono MMR saat meresmikan jembatan di Desa Jragung, Kecamatan Karangawen. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Pemkab Demak terus berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan diwilayah tersebut. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemkab Demak, dari total jalan kabupaten sepanjang 426 kilometer, yang sudah dibetonisasi hingga akhir 2017 ini mencapai 94 persen. Pembangunan infrastruktur jalan akan dilanjut pada 2018. Seperti apa?

WAHIB PRIBADI

INFRASTRASTRUKTUR Jalan dan jembatan masih menjadi prioritas pembangunan yang digerakkan Pemkab Demak. Berbagai ruas jalan dari pelosok desa hingga kota telah dibetonisasi secara bertahap. Karena itu, sudah sebelas tahun terakhir infrastruktur jalan dibangun.

Utamanya sejak era Bupati Tafta Zani, Bupati Dachirin Said sampai Bupati HM Natsir sekarang. Bupati HM Nastir mengatakan, infrastruktur menjadi faktor utama dalam memajukan daerah. Dengan kondisi jalan yang memadai, maka arus ekonomi akan meningkat dari waktu ke waktu. “Akses infrastruktur ini memang sangat vital. Karena itu, menjadi prioritas. Yang belum dibeton akan dibeton dan yang sudah dibeton tapi kurang lebar dilebarkan lagi. Dan itu, terus berjalan bertahap,” ujarnya.

Senada disampaikan Sekda dr Singgih Setyono MMR. Menurutnya, infrastruktur Kabupaten Demak menjadi yang terbaik di Jawa Tengah. Bahkan, bisa jadi yang terbaik dibandingkan kabupaten lain di Indonesia. “Kita lihat di Kabupaten Banyuwangi Jatim misalnya, dimana daerah tersebut dari sisi pariwisata sudah sangat dikenal luas masyarakat. Tapi, saat kita kesana dari sisi infrastruktur jalan masih belum sebaik Demak. Saya kira jalan jalan di Demak ini lebih unggul dibandingkan daerah lainnya. Tidak hanya jalan kabupaten saja, tapi jalan sampai ke desa desa di Demak ini sudah tersambung beton semua,” katanya.

Karena itu,  2018 nanti, infrasrtuktur jalan tetap menjadi prioritas. Sebagian untuk pelebaran jalan kabupaten yang volume kendaraannya tinggi dan menjadi solusi kemacetan. “Sebagian lagi untuk meneruskan jalan kabupaten yang belum selesai. Karena jalan yang bagus bisa mengangkat ekonomi masyarakat dan manfaat lainnya,” ujar dr Singgih.

Kepala Dinas PUPR Pemkab Demak Doso Purnomo melalui Kabid Bina Marga, Sularno mengatakan, progress pembangunan infrastrktur jalan dan jembatan selama 2017 ini sudah mencapai 80 persen. Diantara pembangunan yang diselesaikan adalah penebalan dan pelebaran jalan penghubung Onggorawe Sayung hingga Mranggen sepanjang 600 meter dengan biaya Rp 2 miliar. Jalan penghubung Desa Bedono-Purwosari, Kecamatan Sayung sepanjang 900 meter senilai Rp 5 miliar juga sudah diselesaikan.

Kemudian, jalan menuju kawasan wisata Morosari Sayung dengan nilai Rp 3 miliar. Jalan tersebut merupakan salah satu jalan penunjang peningkatan askses wisata Morosari dan wisata religi Syekh Mudzakir. Dilokasi tersebut, juga dibangun area parkir yang pengerajaannya sudah mencapai 95 persen.  Lalu, betonisasi jalan penghubung Karangawen hingga Jragung sepanjang 1 kilometer senilai Rp 3,5 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here