Sebagian Borobudur Terkena Jalur Tol

2676
GRAFIS: TIO/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS: TIO/JAWA POS RADAR SEMARANG

MUNGKID—Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), baru-baru menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak terkait rencana pembangunan ruas tol Bawen–Yogyakarta. Pertemuan yang berlangsung di sebuah rumah makan di Kabupaten Magelang, pada Senin (4/12) lalu, dihadiri kepala desa, jajaran Pemkab Magelang, dan beberapa warga yang bakal terdampak pembangunan tol.

Indra Gautama selaku KPPIP Bagian Instansi Pengerjaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) menyampaikan, pertemuan perlu digelar dalam rangka konsultasi publik terkait penyusunan Amdal pembangunan tol Bawen-Yogyakarata.

“Kita sudah mengetahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo pada saat ini sedang fokus pada pembangunan infrastruktur,” kata Indra. Dikatakan, dari 37 proyek prioritas yang sudah ditetapkan, satu di antaranya proyek tol Yogyakarta-Bawen yang berjarak kurang lebih 77 Km. Karena itu, sambung Indra, KPPIP akan memantau dan memberikan dukungan pada proyek-proyek prioritas pemerintah.

Dikatakan, konsultasi publik dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi mengenai rencana usaha atau kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan. Artinya, masyarakat bisa menyampaikan pendapatnya secara langsung atas rencana pembangunan tol Bawen-Yogyakarta.

Selain itu, tutur Indra, masyarakat juga dapat terlibat langsung dalam pengambilan keputusan rekomendasi kelayakan atau ketidaklayakan, terkait usaha atau kegiatan yang berdampak langsung pada lingkungan mereka.

Adapun rencana tol Bawen-Yogyakarta, nantinya akan melintasi beberapa wilayah di Kabupaten Magelang. Antara lain, Kecamatan Ngluwar, Muntilan, Mungkid, Borobudur, Candimulyo, Tegalrejo, dan Grabag. Rencananya, pembangunan tol segera dilaksanakan pada 2018 mendatang. Targetnya, rampung pada 2020. (jpg/isk)