Pertamina Diminta Cek Kelangkaan Elpiji

381

UNGARAN–Pemkab Semarang berharap Pertamina segera melakukan pengecekan di lapangan terkait dengan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Semarang. Menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Semarang, M Natsir mengatakan bahwa pihaknya memperoleh banyak aduan masyarakat mengenai kelangkaan tersebut.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak Pertamina dan Hiswana Migas. Mereka berjanji segera melakukan pengecekan terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram disini,” ujar Natsir, Selasa (5/12) kemarin.

Aduan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram saat ini banyak diterima dinas. Penelusuran di lapangan, masyarakat yang berada di Kecamatan Tengaran sejak satu minggu lalu, kesulitan mencari gas elpiji ukuran 3 kilogram di pasaran.

Salah satu warga Desa Kaliwaru Kecamatan Tengaran, Hana, 42, mengaku sudah 5 hari ini ia kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kilogram. Padahal usaha rumahan pembuatan tahu bacem mengandalkan gas elpiji. “Kelangkaan ini mempengaruhi produksi tahu bacem kami. Bahkan, kami terpaksa berhenti sementara waktu,” ujar Hana.

Hal serupa dialami oleh warga Desa Tengaran Kulon Kecamatan Tengaran, Muin, 59. Ia sudah berkeliling ke semua pengecer gas elpiji se-Kecamatan Tengaran, namun tidak juga mendapatkannya. “Saya keliling sudah 10 toko tidak dapat. Terus saya ke pangkalan, juga tidak ada,” katanya.

Ia mengaku, sudah mencari dari berbagai lokasi hingga Tengaran, tidak mendapatkannya. Akibatnya menyeruak isu akan dialihkannya gas elpiji ukuran 3 kilogram. Kini lima tabung gas tidak bisa digunakan lantaran kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram. “Kalau saya mencari sampai Salatiga, nanti kesalahan. Karena tutup tabungnya berbeda,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pengecer di Tengaran Kulon, Aziz Afandi, 35, mengaku jika jumlah kiriman dari agen dikurangi sejak 2 bulan lalu. “Sekarang kami hanya dapat 20 tabung tiap dua minggu sekali,” ujar Azis.

Juga diakui Azis, saat ini kualitas gas elpiji 3 kilogram juga berkurang. Selain itu, frekuensi pengiriman gas elpiji 3 kilogram tidak sebanyak beberapa bulan lalu. Kondisi serupa ternyata dialami oleh Toko Galaxi Market di Desa Sruwen, Kecamatan Tengaran.

Sala hsatu karyawan toko tersebut, Dwi Yulianto, 23, mengatakan jika gas elpiji ukuran tiga kilogram sudah tidak dikirim sejak satu bulan yang lalu. “Kalau dapat pasokan 25 tabung dalam sehari langsung habis,” katanya.

Pemilik pangkalan gas elpiji di Desa Kaliwaru, Tengaran, Hartini, 41, mengatakan, jatah kiriman dari agen di Ungaran tetap sama yakni 100 tabung. Adapun yang mengalami perubahan hanya jadwal hari pengiriman saja.

“Kalau dulu dikirim hari Senin, Rabu dan Sabtu, sekarang ini Selasa, Kamis serta Jumat. Terus kiriman terakhir, Kamis (30/12), karena Jumatnya libur,” kata Hartini. Adapun 100 tabung kiriman gas tersebut, yang 50 didistribusikan kepada para pengecer. Sedangkan 50 untuk melayani para tetangganya. (ewb/ida)