33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Linggoasri Layak Jadi Sanatorium Tuberkulosis

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

KAJEN-Kawasan Objek Wisata Linggoasri di Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, sangat layak dijadikan sanatorium, yaitu sebuah fasilitas medis untuk penyakit jangka panjang terutama tuberkulosis. Hal itu didukung lingkungan dengan ketinggian di atas 600 meter dari permukaan laut, dengan udara yang sejuk karena dikeliling oleh perbukitan daan hutan pohon pinus, serta beberapa pohon besar yang terjaga kelestarian.

Hal itu disampaikan Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, di sela penyampaian pendapat atas dua Raperda Inisitatif DPRD Kabupaten Pekalongan, yaitu Raperda Penanggulangan Tuberkulosis dan Raperda Produk Hukum, dalam sidang paripurna di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin malam (4/12) kemarin.

Menurut Bupati Asip, dipilihnya kawasan Linggoasri karena udaranya sejuk, akses jalannya mudah dijangkau, lantaran dilintasi jalan raya yang menghubungkan antar kabupaten/kota serta. Selain itu, lahan di kawasan Linggoasri sangat luas untuk digunakan sanatorium.

“Raperda inisiatif tentang Penanggulangan Tuberkulosis harusnya ada konten unsur lokal. Misalnya, di kawasan Linggoasri bisa dijadikan sanatorium untuk penyakit tuberkulosis,” katanya.

Bupati Asip juga menambahkan bahwa ketinggian kawasan Linggoasri sekitar 600-an di atas permukaan laut, bukan termasuk salah satu kawasan yang padat permukiman. Kalaupun ada permukiman, masih cukup jauh letaknya.

Bupati Asip juga mengharapkan adanya pembahasan lebih lanjut, agar diatur secara rinci dari setiap strategi upaya penanggulangan tuberkulosis oleh setiap perangkat daerah dan masyarakat dalam teknis pelaksanaan.

Menurutnya, Raperda ini perlu dikonsultasikan kepada Pemprov Jateng, agar dapat disusun sesuai kaidah, norma, dan kewenangan serta menjadi payung hukum yang efektif bagi Kabupaten Pekalongan. “Berdasarkan pencermatan kami, Raperda ini masih mengadopsi penuh peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi, sehingga perlu dikonsultasikan ke Pemprov Jateng,” tegas Bupati Asip. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Belajar Aljabar Menyenangkan dengan “Market Aproach”

RADARSEMARANG.COM - MATA pelajaran matematika sering menjadi momok menakutkan bagi setiap siswa. Karena itu, harus ada cara yang menyenangkan agar materinya mudah dipahami.  Misalnya,...

Juarai Roket Air se Jawa-Madura

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Tim Roket Air SMP Islam Terpadu PAPB berhasil memboyong juara I, II dan III pada Festival Islam dan Sains se Jawa-Madura di Pondok...

Persik Masih Berburu Striker

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Tim Persik Kendal masih berburu striker untuk dibawa bertarung di ajang Liga 2 2018. Demikian disampaikan CEO Persik Kendal, Wibowo Heru...

Tekuk PSMS 1-0, Persibat Amankan Posisi

BATANG–Pada laga lanjutan 16 Besar Liga 2 tahun 2017, Laskar Alas Roban Persibat Batang, sukses menekuk tim Ayam Kintantan PSMS Medan pada laga yang...

ASN Kumpulkan Rp 2 M per Bulan

SEMARANG - Potensi zakat pendapatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng yang mencapai sekitar Rp 2 miliar per bulan, menjadi sumber dana...

Karangan Bunga Diminati Pengunjung

KAJEN–Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan, menggelar Lomba Karangan Bunga dari kain perca atau kain batik sisa di Aula Setda Pekalongan, Jumat (25/8)...