SEMARANG – Forum Sekolah Sepak Bola Indonesia (Fossbi) sukses menyelenggarakan Kejurnas Sepakbola Usia Dini. Dalam turnamen tersebut setidaknya ada sebanyak 18 provinsi yang bertanding. Meliputi kelompok usia 13 tahun (kelahiran 2004) sebanyak 24 tim dan kelompok usia 12 tahun (kelahiran 2006) sebanyak 29 tim.

Ketua Fossbi Jawa Tengah, Aziz Kristanto mengapresiasi seluruh peserta yang bermain dengan menjunjung sportivitas. Semua itu sesuai dengan slogan Fossbi “Kita Semua Adalah Saudara”. Ia mengaku puas atas suksesnya Kejurnas dengan lancar dan sukses. “Kami sangat bangga karena kami dapatkan 50 anak berbakat yang kami masukkan pada database Fossbi maupun Kemenpora. Anak tersebut kita pantau perkembangannya guna memperkuat tim nasional di masa yang akan datang,” katanya.

Kejurnas berlangsung di Kota Solo pada tanggal 23 – 26 November 2017. Jateng sebagai tuan rumah mampu meraih juara II tingkat Nasional baik KU 13 maupun KU 11. Selain itu juga menghasilkan pemain terbaik dan top score atas nama Gading Mahardion Kristanto pemain bernomor punggung 10 berasal dari Sragen. “Bakat-bakat seperti ini yang harus terus dibina dan dikembangkan. Karena Jateng sebenarnya gudang atlet berbakat,” tegasnya.

Sementara untuk Juara Nasional Kejurnas Fossbi ke 2 tersebut diraih DKI Jakarta. Untuk Fossbi Kota Solo dan Fossbi Kabupaten Sukoharjo keluar sebagai Juara 3 bersama, Raka Gilang sebagai pemain terbaik dari Fossbi Kota Solo, dan Mahisa meraih Predikat Top Score dengan 9 gol. “Kejurnas Sepakbola usia dini ini memperebutkan Piala bergilir dan tetap Menpora,” tambahnya.

Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi mengakui saat ini memang banyak SSB di Jateng. Tetapi perhatian Pemprov maupun pemerintah kabupaten/kota masih minim. Padahal, jika digarap serius kemunculan SSB, mampu mendongkrak prestasi Jateng dalam sepak bola. “Adanya pembinaan dan kepedulian dari semua pihak untuk mendukung prestasi anak-anak dalam sepakbola. Harus ada perhatian yang lebih,” katanya. (fth/ric)