SERAHKAN BANTUAN: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, memberikan bantuan sambungan listrik kepada warga Desa Krandon, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERAHKAN BANTUAN: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, memberikan bantuan sambungan listrik kepada warga Desa Krandon, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN- Ribuan rumah warga yang puluhan tahun tidak teraliri listrik kini telah terang benderang. Pemprov Jateng memberi bantuan sambungan listrik gratis untuk 6.163 rumah tangga miskin. Jumlah tersebut adalah bantuan untuk tahun 2017 saja. Pemprov Jateng telah memberikan bantuan listrik gratis sejak 2014. Penyerahan bantuan dilaksanakan secara simbolis oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo setiap kunjungan ke daerah. Beberapa waktu lalu, giliran bantuan untuk Desa Krandon, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.

Desa Krandon mendapat bantuan listrik untuk 12 rumah tangga. Total listrik gratis untuk Kabupaten Pekalongan, sebanyak 316 rumah tangga.

Ganjar mengatakan, sambungan listrik gratis dilaksanakan sebagai salah satu program pengentasan kemiskinan. “Agar saudara kita sama-sama bisa menikmati listrik,” katanya.

Program tersebut dinilai penting karena masih terdapat rumah di Jateng yang belum berlistrik. Dari 9.220.238 rumah tangga, yang belum teraliri listrik masih ada 448,785. Meski demikian, rasio elektrifikasi Jateng terhitung cukup bagus, yakni 95,13 persen. Rasio Jateng masih di atas nasional yang hanya 92 persen.

“Rasio kita sudah melebihi target 2017 yang ditetapkan 92 persen. Kita sedang menuju target 2018 capaian rasio elektrifikasi 99 persen,” bebernya.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Jateng, Teguh Dwi Paryono, menjelaskan, penerima manfaat dibebaskan dari biaya sambungan listrik. Mereka juga mendapat bantuan pulsa listrik Rp 200 ribu. “Sifatnya stimulan, jadi setelah pulsa habis ya diharapkan membayar sendiri, tapi meski prabayar kan yang subsidi jadi murah,” ujarnya.

Sugiyanto, salah satu penerima sambungan listrik gratis mengatakan, dirinya bersyukur mendapat bantuan. Puluhan tahun rumahnya tidak teraliri listrik. “Kalau malam ya pakai lampu minyak, tapi minyak tanah sekarang susah dan mahal. Pekerjaan saya nasional ee.. maksudnya serabutan apa saja, penghasilan cuma Rp 50 ribu sehari sudah bagus,” kata pekerja serabutan ini.

Warga Desa Ketanon, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan ini juga mendapat bantuan perbaikan rumah tidak layak huni. Sebelumnya, ia menggambarkan rumahnya yang berukuran 5 x 7 meter itu seperti kandang kerbau. “Wah, dulu kandang kebo lah, sekarang sudah tembok lantai plester dan atapnya aman tidak bocor,” ujar bapak tiga anak ini. (amh/hms/aro)